Selasa, 12 Oktober 2010

1.000 Hari Kematian Soeharto, 'Bendera' Beraksi Bakar Indomie


PADANGNEWS.COM- Jakarta - Benteng Demokrasi Rakyat atau yang lebih dikenal sebagai LSM Bendera beraksi lagi. Kini LSM yang sering melakukan hal yang aneh-aneh tersebut seakan memanfaatkan momen dengan melakukan aksi membakar Indomie yang kini sedang dirazia di Taiwan. Kenapa Indomie yang dibakar?

Dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (12/10/2010), aksi pembakaran Indomie ini sebagai bentuk peringatan 1.000 hari kematian mantan Presiden Soeharto.

"Dalam memperingati 1.000 hari kematian Soeharto penguasa Orde Baru dan menyikapi penolakan Indomie di Hongkong dan Taiwan karena mengandung bahan pengawet yang dpaat membahayakan kesehatan. Maka kami akan melakukan konferensi pers dan aksi 1.000 hari kematian Soeharto serta pembakaran Indomie (warisan Soeharto)," demikian kata koordinator Bendera Boy Adhyaksa.

Acara pembakaran Indomie yang mereka anggap sebagai warisan Soeharto ini akan berlangsung di Posko Bendera, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, pukul 11.00 WIB.

LSM Bendera memang sering melakukan tindakan kontroversial. Beberapa waktu lalu, mereka melakukan aksi mengubur diri sebagai bentuk dukungannya kepada masyarakat di Jakarta yang rumahnya akan dibongkar oleh Satpol PP.

Terakhir, aksi Bendera ini 'mendunia' setelah mereka melakukan pelemparan Kantor Kedubes Malaysia pada 23 Agustus lalu. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta dengan melempar tinja dan menginjak-injak bendera Malaysia.

Aksi tersebut sebagai protes atas penangkapan tiga petugas KKP Kepri oleh polisi Malaysia belum lama ini. Ketiga petugas tersebut telah dibebaskan pada 17 Agustus lalu.

Kembali soal Indomie, razia terhadap Indomie ditarik dari sejumlah supermarket di Taiwan dilakukan karena mie instan yang laris manis di tanah air dan dunia tersebut mengandung zat pengawet methyl p-hydroxybenzoate yang dilarang di Taiwan.

Apakah Bendera mendompleng hebohnya isu penarikan Indomie di Taiwan? (anw/anw)

0 komentar:

Posting Komentar