Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Pentingnya Persiapan Kehamilan


Padangnews.com-Tahap awal kehidupan, sejak proses pembuahan hingga masa kanak-kanak, sangat memengaruhi kemungkinan seseorang terkena penyakit-penyakit kronis tak menular di masa dewasa. Itulah sebabnya, setiap pasangan harus mempersiapkan kehamilan dengan baik, guna menekan risiko bayi mengalami masalah di kehidupannya nanti.

Ahli kandungan dari FKUI-RSCM dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, menegaskan, faktor risiko pada seorang bayi bahkan sudah dipengaruhi oleh latar belakang nutrisi kedua orang tuanya.

"Kualitas sel telur dan sel sperma sangat dipengaruhi oleh nutrisi calon ibu dan ayah, terlebih ketika sudah menjadi janin, faktor nutrisi besar pengaruhnya," kata Noroyono dalam jumpa pers Early Life Nutrition Forum di Jakarta (16/5/2011).

Untuk itulah, persiapan kehamilan harus dilakukan sedini mungkin dengan pemeriksaan kesehatan calon ibu dan ayah. "Idealnya dilakukan sebelum menikah untuk kewaspadaan, sehingga diketahui apakah ada penyakit genetik seperti thalasemia, diabates atau penyakit infeksi seperti hepatitis dan HIV. Cek juga kecukupan besi dan kalsiumnya," papar dokter yang menjadi Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini.

Kemudian, ketika sudah memasuki masa kehamilan, calon ibu wajib melakukan pemeriksaan rutin dan mencukupi kebutuhan gizinya.

Pakar gizi dari FKUI dr. Saptawati Bardosono Sp.GK menyebutkan, pada awal kehamilan hingga janin berusia 20 minggu, ibu hamil membutuhkan protein dan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan jumlah sel dan membangun tinggi badan potensial anak kelak.

"Pada 20 minggu pertama, kehamilan tubuh janin sedang membentuk sel-sel tulang, otak, otot, dan sebagainya. Kekurangan zat gizi mikro dan protein di usia ini juga bisa menyebabkan anak pendek," paparnya.

Kemudian pada 20 minggu terakhir kehamilan, ibu membutuhkan kalori untuk bertambah besarnya sel-sel dan membangun berat badan potensial. Kekurangan gizi di masa awal kehidupan ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

"Setelah lahir sebenarnya bisa dioptimalkan gizinya untuk mengejar ketinggalan. Bila masa ini terlewat, di masa datang anak bisa mengalami penyakit kronik serta gangguan mental dan kecerdasan," katanya.

Minggu, 17 April 2011

Lima Bedah Plastik Paling Aneh

Mutia Nugraheni

Ilustrasi bedah plastik (inmagine)

Padangnews.com- - Bedah plastik identik dengan usaha untuk mempercantik tampilan tubuh dan wajah. Sebenarnya, banyak prosedur bedah plastik yang unik dan berfungsi memperbaiki tampilan bagian tubuh lain.

Prosedur ini memang tidak umum dan tidak diketahui banyak orang. Seperti lima jenis bedah plastik berikut, yang dilansir dari Foxnews.

1. Voice Lift
Anda mungkin sudah biasa mendengar metode face lift atau eye lift dalam operasi plastik. Seperti dua jenis operasi plastik tersebut, voice lift merupakan metode bedah untuk memperbaiki suara dengan menghilangkan suara serak. Biasanya prosedur ini dilakukan untuk para penyanyi.

Tetapi saat ini orang biasa juga mulai banyak yang tertarik melakukannya demi mendapatkan suara yang indah. Dalam beberapa kasus, implan pita suara juga dimasukkan melalui sayatan di leher. Dokter juga menyuntikkan lemak atau kolagen ke dalam pita suara untuk membuatnya lebih bulat dan lentur dan menghasilkan suara yang terdengar lebih muda.

2. Toe Tuck
Sulit untuk mendapatkan stiletto yang pas di kaki? Operasi toe tuck mungkin bisa jadi solusi. Dalam prosedur ini bagian ibu jari kaki sedikit dipotong, sehingga menimbulkan efek kaki yang lebih kecil dan cantik.

Operasi ini disebut-sebut sebagai jenis operasi kaki yang paling sakit. Tetapi banyak wanita yang melakukannya demi tampil maksimal saat menggunakan sepatu tumit tinggi.

3. Ear Pointing
Prosedur ini bisa dikatakan yang paling aneh. Yaitu sedikit bagian daun telinga atas akan dipotong, kemudian ujung-ujungnya dijahit. Hasilnya, daun telinga bagian atas terlihat lebih
runcing.

4. Tongue Patch
Jika diet Anda tak berhasil, mungkin bisa mencoba tongue patch. Prosedur operasi ini adalah alternatif cara untuk menurunkan berat badan dan hanya bisa dilakukan oleh segelintir ahli bedah di Amerika Serikat.

Yaitu dengan sedikit mematikan rasa di lidah dengan menjahit selembar plastik, tipis bertekstur kasar seukuran perangko pada lidah. Hasilnya, pasien akan merasa tidak nyaman dan tidak ingin mengonsumsi makanan padat, serta melakukan diet cairan sampai 30 hari.

5. Knee Lift
Prosedur knee lift populer setelah Demi Moore dikabarkan melakukannya. Tujuannya adalah membuat kulit sekitar lutut tetap kencang. Caranya dengan menghilangkan kulit lutut yang kendur di atas tempurung lutut.

Kekenduran kulit di sekitar lutut emang akan terjadi seiring bertambahnya usia atau ketika berat badan turun secara drastis. Efek sampingnya adalah kemungkinan timbulnya parut dan waktu penyembuhan yang panjang karena kulit dipotong di bagian persendian yang aktif bergerak. (pie)


• VIVAnews

Sabtu, 19 Februari 2011

Sri Estuningsih Heran, Penelitian Soal Bakteri di Susu Formula Jadi Polemik

Padangnews.com-Dosen Institut Pertanian Bogor, Dr. Sri Estuningsih, mengaku bahwa tidak mengira penelitiannya terkait bakteri E. Sakazakii dalam susu formula ternyata menjadi polemik.

Terlebih setelah adanya keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan pihak IPB harus mengungkapkan merek-merek produk yang menjadi sampel penelitiannya tersebut. "Terus terang saya tidak membayangkan akan ada perkembangan seperti ini. Sebagai peneliti saya lurus-lurus saja, saya sementara ini hanya memantau apa yang sedang bergulir," kata Estuningsih ketika ditemui Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jumat.

"Sebagai manusia biasa, saya juga ada perasaan sedih. Kenapa kita mau berbuat baik susah sekali. Dari awal keinginan saya adalah ingin menyampaikan yang baik melalui sisi keahlian saya, meski sekecil apa pun," kata pakar patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB tersebut.

Sebagai peneliti, Estuningsih juga merasa sudah menjalani prosedur yang seharusnya. Termasuk dalam mempublikasikan hasil-hasil penelitianya melalui jurnal-jurnal ilmiah, dan melakukan presentasi dalam forum-forum internasional.

Sebagai bentuk pertanggung jawaban moral kepada masyarakat, ia juga sudah menyampaikan hasil temuannya itu kepada perusahaan terkait agar produsen susu tersebut dalam melakukan perbaikan produknya.

Estuningsih menceritakan bahwa pada awalnya penelitianya di tahun 2003 sebenarnya bukan untuk mencari bakteri E.Sakazakii yang berbahaya bagi manusia tersebut, namun ingin melihat kualitas mikrobiologi seperti apa yang ada di makanan, dan sudah seberapa bagus produk makanan yang ada di Indonesia.

Dalam perjalanan penelitiannya itulah kemudian ia menemukan banyak bakteri E Sakazakii dan hal tersebut cukup menarik perhatian. "Waktu itu bakteri Sakazakii belum begitu familiar dalam bidang kami, jadi kami pun membuka-buka jurnal dan situs-situs, ternyata memang menarik, karena di luar negeri terutama di AS, sejak tahun 1980-an sudah ramai orang melakukan penelitian mengenai sakazakii karena bakteri itu bisa menyebabkan radang otak serta radang usus," katanya.

Sebagian besar laporan kasus yang umumnya ditulis oleh kesehatan anak. Mereka melaporkan bahwa kejadiannya umumnya terhadap anak yang masuk dalam di Neonatal Intensive Care Unit -- semacam IGD, untuk bayi yang baru lahir.

Dari laporan peneliti luar negeri itu kemudian disimpulkan bahwa bakteri sakazakii dapat menjangkit bayi yang memiliki kondisi tertentu, seperti yang usianya belum satu bulan, lahir prematur, berat badan rendah di bawah 2,5 kg, bayi yang sistem pertahanan tubuhnya lemah, dan bayi yang ibunya mengidap HIV.

"Dari situlah saya mlihat bahwa bakteri sakazakii ini berbahaya dan akan lebih berbahaya jika dia ada di dalam susu formula, karena kontaknya dengan bayi pada awal umur," kata Estuningsih yang pada tahun 2001 meraih gelar Doktor bidang patologi dan mikrobiologi di IPB.

Melihat pentingnya masalah ini, ia pun melakukan penelitian tentang sakazakii secara serius, dan membawa sampel-sampel ke Jerman untuk diteliti. Serangkaian percobaan pun dilakukan, dengan menggunakan mencit (tikus) sebagai hewan percobaan.

"Saya melakukan penelitian dengan penuh tanggung jawab, bukan sembunyi-sembunyi. Dananya pun dana resmi. Hasil-hasil penelitannnya pun saya publikasikan melalui jurnal ilmiah," kata wanita kelahiran Bandung 29 Juni 1960 ini.

Mengenai merek-merek susu yang menjadi sampel memang tidak disebutkan dalam jurnal ilmiah, karena hal tersebut terkait etika penelitian yang harus dipegang, katanya. Estuningsih mengharapkan masyarakat tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan terhadap kemungkinan adanya bakteri sakazakii dalam susu formula.

"Bakteri sakazaki pada susu formula betul ada, sakazakii bisa menginfeksi mencit memang benar, tapi kita tidak bisa menarik garis lurus langsung sekarang juga mengenai bahayanya bagi manusia, karena hal tersebut memerlukan penelitian lainnya," katanya.

"Sejauh kita sejak awal tahu pencegahannya kita tidak perlu khawatir," kata ibu dua anak tersebut.
Sesuai dengan karakter bakteri E. sakazakii yang rentan terhadap panas dan tereliminasi pada suhu 72oC selama 15 detik, maka masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberadaan bakteri tersebut, selama proses penyiapan dan penyajian susu formula dilakukan dengan baik.

Pemberian ASI jelas lebih sehat dan lebih baik. Namun, bila harus memberikan susu formula kepada bayi maka susu tersebut harus diberikan dengan cara yang benar yaitu menggunakan air dengan suhu lebih dari 70oC atau 10 menit setelah air mendidih.

"Apalagi sekarang sudah ada aturan-aturannya, dan BPOM tentunya akan terus menerus mengawasi produk makanan yang beredar. Saya berharap segala sesuatu dijalankan dengan kearifan sehingga semua pihak puas dan tidak ada yang dikorbankan atau dirugikan," tambahnya.
Kredibilitas

Sementara itu Wakil Rektor IPB bidang riset dan kerjasama, Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi M Sc mengatakan, kredibilitas Dr Estuningsih sebagai peneliti tidak perlu diragukan lagi. "Beliau fokus pada kompetensinya. Ia juga sudah sering diundang pada forum-forum penting tingkat internasional," kata Anas Miftah.

Di antara forum yang diikutinya adalah di tahun 2006 ketika Estuningsih sebagia satu-satunya peneliti dari Asia yang menjadi pembicara dalam pertemua FAO di Italia. "Saya juga melihat Dr Estuningsih sangat serius dalam risetnya perihal bakteri sakazakii ini. Ia memilih laboratorium yang canggih (di Jerman) utnuk mengisolaikan dan mengidentifkasi bakteri itu," katanya.

Selain itu sebagai pertanggungjawaban ilmiah, ia telah melaporkan hasil penelitianya melalui jurnal-jurnal ilmiah dan menyampaikannya ke pihak-pihak yang berkepentingan langsung. Di tahun 2006 Dr Estuningsih, kata Anas Miftah, sudah mengkomunikasikan penelitianya ke pihak manufaktur yang produknya positif, dan juga menyampaikan hasil penelitiannya ke BPOM.

Senin, 14 Februari 2011

Fakta di Balik 10 Mitos Seks Pria

Shutterstock
Ilustrasi

Padangnews.com — Hampir sebagian besar pria dewasa mungkin pernah mendengar mitos-mitos yang berkembang seputar seksualitas mereka. Tak jarang mitos-mitos ini dijadikan acuan. Padahal, tak semuanya mengandung nilai kebenaran.

Nah, supaya tak menjadi salah kaprah dan terjebak mitos-mitos tersebut, ada baiknya Anda menyimak kebenaran atau fakta di balik mitos seksualitas kaum Adam ini.

Mitos 1 : Pria mencapai puncak seksualitas pada usia 18

Mitos ini BENAR adanya dengan mempertimbangkan suplai atau produksi hormon-hormon seks di dalam tubuh. Puncak produksi testosteron seorang pria berada di usia 18-an. Adapun puncak produksi hormon estrogen wanita berada pada usia pertengahan 20-an.

"Namun, puncak hormon bukan berarti puncak dari kemampuan seksual," ungkap Marc Goldstein, MD, profesor kesehatan reproduksi dan urologi di Cornell University's Weill Medical College. Oleh karena itu, jangan merasa terlalu tua untuk menunjukkan kemampuan terbaik pada usia berapa pun.

Mitos 2 : Semen berisi cairan low-carb

SALAH. "Semen sebagian besar kandungannya adalah gula buah [fruktosa] dan enzim-enzim, bukan karbohidrat," kata Dr Goldstein. Fakta ini juga dapat memberi penjelasan mengapa istilah oral sex diet tidak berlaku.

Mitos 3 : Masturbasi menghasilkan orgasme lebih kuat

BENAR : Tetapi, ini bukanlah saran yang harus diikuti. "Tergantung dari individunya. Untuk beberapa orang mungkin saja, tetapi belum tentu bagi yang lain. Tidak ada yang lebih baik, selain hanya melakukan intercourse," ungkap Jon L. Pryor, MD, profesor bedah urologi dari University of Minnesota.

Mitos 4 : Rata-rata ukuran saat ereksi adalah 8 inci

SALAH : Para pria tak perlu khawatir. Rileks! Karena angka yang sebenarnya mendekati rata-rata 6 inci.

Mitos 5 : Kerang memicu gairah

SALAH : "Tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa kerang dapat meningkatkan libido," kata Dr Pryor. "Tetapi, mungkin saja ada efek plasebo. Jadi, apabila hal itu terjadi pada Anda, bagus!"

Mitos 6 : Pria memikirkan tentang seks setiap 7 detik

SALAH : Perhitungan ini sepertinya terlalu berlebihan. Yang benar adalah hanya sekitar 23 persen saja pria yang mengklaim dirinya terlalu sering berfantasi. Dan mungkin sisanya adalah mereka yang terlalu sering mengecek waktu.

Mitos 7 : Menghentikan makan brokoli memperbaiki "rasa" sperma

BENAR : Semen secara alami memiliki rasa yang pahit. Memakan brokoli atau meminum kopi justru akan membuat rasa sperma menjadi lebih buruk.

Mitos 8 : Melakukan hubungan seks sebelum momen penting—seperti pertandingan atau presentasi—dapat mengacaukan atau mengganggu penampilan Anda

SALAH : Para ilmuwan di Swiss melakukan uji ketahanan terhadap stres pada manusia setelah masa 2 hingga 10 jam pasca-hubungan seks. Hasilnya menunjukkan, hingga 10 jam pasca-hubungan seks para relawan benar-benar sudah pulih. Sementara itu, peneliti hanya menemukan sedikit saja penurunan kemampuan pada relawan 2 jam setelah berhubungan seks.

Mitos 9 : Melakukan hubungan seks di dalam air (kolam renang, hot tub, atau shower) akan membunuh sperma

BENAR : Sebagian sel sperma memang akan mati, tetapi menurut Dr. Pryor ini bukanlah sebuah metode atau cara efektif untuk mencegah kehamilan. Walaupun hot tub dapat memicu suhu tinggi pada testis dan membunuh sperma, tentu masih banyak sperma yang tersisa yang akan memburu sel telur untuk dibuahi.

Mitos 10 : Anda bisa kecanduan situs porno

BENAR : Menurut data, memang hanya 1 persen saja dari mereka yang pernah membuka pornografi di internet akan menjadi pencandu. Namun, jika Anda pria yang segera menikah berhati-hatilah karena sekitar 38 persen pencandu pornografi adalah mereka yang sudah menikah.

Sumber : Mens Health

Jangan Ragu Bercinta Saat Hamil


shutterstock

Padangnews.com - Tak perlu ragu menikmati seks ketika Anda sedang berbadan dua. Penelitian ilmiah menunjukkan, hubungan seks pada wanita hamil termasuk aman dan tidak menimbulkan risiko keguguran seperti yang dikhawatirkan orang selama ini.

Apabila ibu hamil dalam kondisi baik, hubungan seks bisa dilakukan secara normal. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal menyatakan, hanya sedikit kondisi medis yang menghalangi ibu hamil menikmati hubungan intim. Bahkan, sejauh ini dinyatakan hanya sedikit bukti imiah yang menyatakan hubungan seks bisa menyebabkan kelahiran prematur.

"Absen bercinta adalah rekomendasi yang bisa dilakukan ibu hamil dengan risiko tinggi untuk menghindari bahaya persalinan prematur," kata para peneliti dalam laporannya.

Dalam penelitiannya, tim peneliti dari Mount Sinai Hospital dan tim dari University of Toronto, mencari bukti ilmiah kondisi kehamilan yang berbahaya jika dilakukan hubungan seks.

Pada perempuan yang memiliki riwayat keguguran lebih dari sekali atau pernah melahirkan bayi prematur, memang rekomendasi untuk absen bercinta masih bisa dilakukan, meski tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan dengan jelas manfaat dari absen bercinta ini.

Hubungan seks yang aman tetap harus menjadi perhatian ibu hamil karena penyakit infeksi menular seksual, seperti infeksi uterus dan organ reproduksi tetap bisa terjadi selama kehamilan.

Kondisi kehamilan lain yang dinilai beresiko tinggi adalah placenta previa (plasenta menutupi jalan lahir). Dalam kondisi ini, penis atau alat bantu seks (sex toys) dikhawatirkan mengenai plasenta dan menyebabkan perdarahan.

Seks oral juga tidak disarankan ketika kehamilan karena beresiko terjadinya iritasi, bahkan penyumbatan pembuluh darah (emboli) yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Risiko terjadi jika suami meniupkan udara ke vagina.

Inilah Merek Susu Formula yang Sudah Diteliti BPOM

Shutter Stock
Ilustrasi
TERKAIT:

JAKARTA, Padangnews.com-menguji dan meneliti sampel beberapa produk susu formula yang beredar di pasaran.

Pada 2009, misalnya, BPOM mengambil sebanyak 11 sampel susu formula dan pada 2010 mengambil sebanyak 99 sampel. Tahun 2011, hingga Februari ini, BPOM mengambil sebanyak 18 sampel.

Menurut Kepala BPOM Kustantinah, hasil pengujian terhadap sampel sejumlah produk tersebut menunjukkan tidak ditemukan adanya cemaran Enterobacter sakazakii. Pengumuman BPOM ini juga sekaligus membantah kabar yang sempat beredar bahwa beberapa merek susu mengandung Enterobacter sakazakii.

Berikut merek susu formula yang telah diuji terhadap parameter E.Sakazakii oleh BPOM. Mayoritas yang diteliti adalah susu untuk bayi 0-1 tahun. Tetapi bukan berarti susu yang tidak tercantum dalam daftar ini tidak aman untuk dikonsumsi.

Mereka yang beresiko terhadap infeksi bakteri E.Sakazakii di antaranya adalah bayi dengan sistem imun rendah seperti bayi neonatal (usia 7-28 hari) dan bayi yang lahir prematur.

TAHUN 2009 :

(NOMOR, NAMA SAMPEL, PRODUSEN KEMASAN NO BATCH/Exp Date, HASIL)

1 FRISIAN FLAG TAHAP I MD. 810409118005 PT. FRISIAN FLAG INDONESIA karton IPR SW 14 EXP.OKTOBER 2010 Negatif

2 SUSU LACTONA 1 MD. 810412070003 PT. MIROTA KSM INC karton 3KXA1 EXP.MEI 2010 Negatif

3 LACTOGEN - 1 ML. 810411051018 PT. NESTLE INDONESIA karton 828901894A EXP.JANUARI 2010 Negatif

4 LACTOGEN - 1 MD. 810413370001 PT. NESTLE INDONESIA karton 9071022711 EXP.JUNI 2010 Negatif

5 SUSU LACTOGEN 1 MD. 810413370001 PT. NESTLE INDONESIA karton 9038022731 EXP.MEI 2010 Negatif

6 SGM TAHAP I MD.810412270001 PT. SARI HUSADA karton 260109S1C EXP.JANUARI 2011 Negatif

7 VITALAC BL MD. 809010195008 PT. SARI HUSADA karton 011208VL2 EXP.DESEMBER 2010 Negatif

8 SUSU SGM 1 MD. 810412270001 PT. SARI HUSADA karton 301108S1C EXP.NOVEMBER 2010 Negatif

9 SGM - 1 MD. 810412270001 PT. SARI HUSADA karton 140608S1E EXP.JUNI 2010 Negatif

10 VITALAC - 1 MD. 810412259001 PT. SARI HUSADA karton 171208V1C EXP.DESEMBER 2010 Negatif

11 SGM TAHAP 1 MD. 810412270001 PT. SARI HUSADA karton 090209S1C EXP.PEBRUARI 2011 Negatif

TAHUN 2010 :

(NOMOR, NAMA SAMPEL, PRODUSEN KEMASAN NO BATCH/Exp Date, HASIL)

1 Anmum Infacare ML.510406002076 PT. Fontera Brand Indonesia Kaleng 12122009 EXP.11122011 Negatif

2 Frissian Flag 1 MD.810409118005 PT. Frisian Flag Indonesia karton UBI SW 16:01 EXP. Juli 2011 Negatif

3 Frissian Flag Tahap 2 MD.810309117005 PT. Frisian Flag Indonesia karton FKB TM 08.44 EXP. Des 2011 Negatif

4 Frissian Flag 123 Madu MD.807009128005 PT. Frisian Flag Indonesia karton EW4 EXP. Agustus 2011 Negatif

5 Frissian Flag Tahap 1 MD.810409118005 PT. Frisian Flag Indonesia karton RRT SW EXP.Feb 2012 Negatif

6 Frissian Flag Tahap 2 MD.810309117005 PT. Frisian Flag Indonesia karton EEO EXP. MARET 2012 Negatif

7 Frissian Flag Tahap 1 MD.810409118005 PT. Frisian Flag Indonesia karton HEHMZ EXP. Mei 2012 Negatif

8 Frissian Flag MD.810409118005 PT. Frisian Flag Indonesia karton UGJSW 11:10 EXP. Jul-12 Negatif

9 Frissian Flag 2 MD.810309117005 PT. Frisian Flag Indonesia karton YFKSW EXP.Dec 2011 Negatif

10 Frisian Flag Tahap I MD.810409118005 PT. Frisian Flag Indonesia karton QDO SW EXP.JUNI 2011 Negatif

11 Frisian Flag Tahap I MD.810409118005 PT. Frisian Flag Indonesia karton IBD EXP.OKTOBER 2010 Negatif

12 Fresian Flag Coklat MD.805309148005 PT. Frisian Flag Indonesia karton RLM Negatif

13 Frisian Glag Madu MD.805309152005 PT. Frisian Flag Indonesia karton LDD Negatif

14 Sun baby Tomat Wortel MD 810110042188 PT. Gizindo Prima Nusantara karton P806:53/ 11 Des 2011 Negatif

15 Bubur Bayi Sun Sari Buah 6 Bulan MD 810110042188 PT. Gizindo Prima Nusantara karton P209,07/ 12 Maret 12 Negatif

16 SUN Beras Merah MD 810110030188 PT. Indofood CBP Sukses Makmur karton - / 10 Mei 2012 S2 Negatif

17 Indomilk Coklat Instant MD.805309086015 PT. Indolakto karton 09P2410J EXP. Mei 2012 Negatif

18 Indomilk Full Cream MD.805309085015 PT. Indolakto karton 08P1710J EXP. Mei 2012 Negatif

19 Indomilk Susu Bubuk Full Cream MD.805309087015 PT. Indolakto karton 4,150609003 Negatif

20 Morinaga BMT Platinum 0-6 Bulan MD 510410016989 PT. Kalbe Morinaga Indonesia Kaleng 09Z1305KB21 EXP. 28 Dec 11 Negatif

21 Chilmil MD.810310020989 PT. Kalbe Morinaga Indonesia karton 09V2502KA31 EXP. 04 Mar 11 Negatif

22 BMT Motinaga MD.810410019989 PT. Kalbe Morinaga Indonesia karton 09X2804KA11 EXP. 2 Mei 2011 Negatif

23 Morinaga BMT Platinum MD.510410016989 PT. Kalbe Morinaga Indonesia Kaleng 09Y0903KB31 EXP.11-12-2011 Negatif

24 Enfamil ML.810411076019 PT. Mead Johnson karton 19SEP092011JJS0929 EXP.19-Mar-11 Negatif

25 Enfamil ML.810411076019 PT. Mead Johnson karton 0033JJS0930 EXP.19 Maret 2011 Negatif

26 Lactona MD.810412070003 PT. Mirota KSN karton OKLN2 EXP.11-2011 Negatif

27 Lactogen 2 MD.810313376001 PT. Nestle Indonesia karton 9365022731 EXP. Maret 2011 Negatif

28 Lactogen 2 MD.810313376001 PT. Nestle Indonesia karton 9343022731 EXP. Maret 2011 Negatif

29 Dancow 1+ Rasa Madu MD.807013337001 PT. Nestle Indonesia karton 41022771 EXP. Mei 2011 Negatif

30 Dancow Nutrigold 1+ MD.807013372001 PT. Nestle Indonesia karton 00980227G1 EXP. Juli 2011 Negatif

31 Lactogen Gold 1 MD.810413370001 PT. Nestle Indonesia karton 105022711 EXP. Juli 2011 Negatif

32 Dancow Full Cream Milk Powder MD.805313199001 PT. Nestle Indonesia karton 01360227E1 EXP. Nov 2011 Negatif

33 Lactogen Gold 2 MD.810313369001 PT. Nestle Indonesia karton 0117022711 EXP.Juli 2011 Negatif

34 Lactogen Susu Formula Lanjutan MD.810313369001 PT. Nestle Indonesia karton Jan-38 EXP. Apr 2011 Negatif

35 NAN Nestle HA 1 ML.510412013040 PT. Nestle Indonesia Kaleng 00640017KMAN 05.03.2010 EXP.05.03.2010 Negatif

36 AL 110 Nestle ML.50702004079 PT. Nestle Indonesia Kaleng 00610346AAMAN0203 2010 EXP.02032012 Negatif

37 Lactogen 2 MD.810313369001 PT. Nestle Indonesia karton 0012022721 EXP. Apr-2011 Negatif

38 Lactogen 2 MD 810313369001 PT. Nestle Indonesia karton 9311022711/ Feb 2011 Negatif 39 Nestle Beras Merah MD 610113237001 PT. Nestle Indonesia Sachet 93520227k12/ Nov 2010 Negatif

40 Lactogen 1 MD 810413370001 PT. Nestle Indonesia karton 26022711/April 2011 Negatif

41 Lactogen Gold 2 MD 810313369001 PT. Nestle Indonesia karton 004702271/ Mei 2011 Negatif

42 Lactogen 2 MD 810313369001 PT. Nestle Indonesia karton 0072022711/ juni 2011 Negatif

43 Lactogen Susu Formula 2 Lanjutan MD 810313369001 PT. Nestle Indonesia karton 0012022722/JUNI2012 Negatif

44 Lactogen Gold 1 MD.810413370001 PT. Nestle Indonesia karton 00 55022721 EXP. Mei 2011 Negatif

45 Nestle Lactogen 1 MD.810413370001 PT. Nestle Indonesia karton 0026022721 EXP.4-1-2011 Negatif

46 Nestle Lactogen 1 MD.810413370001 PT. Nestle Indonesia karton 936302271101:12 Negatif

47 Cerelac Nestle ML 810101001341 PT. Nestle Manufacturing Malaysia karton 93391135LE/032011 Negatif

48 Cerelac Beras Merah ML 8101011017145 PT. Nestle Manufacturing Malaysia karton 00311135LA/ 05/2011 Negatif

49 Bimbi Susu Formula Bayi MD.810413009417 PT. Netania kasih Karunia Pier karton B1L064008 EXP. 01 Maret 2012 Negatif

50 Bimbi Susu Formula Bayi MD.810413009417 PT. Netania kasih Karunia Pier karton B1L17150B EXP.Juni 11 Negatif

51 Nutrilon Hypo-allergenic ML.510402009035 PT. Nutricia Cuijk, Holland Kaleng 15-05-201041 EXP.15/11/2011 Negatif

52 Anlene Actifit Vanilla MD.808509391040 PT. Nutricia Indonesia karton F10NOV093149 Negatif

53 Bebelac susu formula MD.810409335040 PT. Nutricia Indonesia Sejahtera karton 9974002 EXP.'APRIL 2011 Negatif

54 Nutrilon I MD.810409288040 PT. Nutricia Indonesia Sejahtera karton 9905002 EXP.APRIL 2011 Negatif

55 SGM 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 040110S1C EXP. 1-Jan-2012 Negatif

56 Vitalac 1 MD.810412259001 PT. Sari Husada karton 80709V1C EXP.JUNI 2011 Negatif

57 Vitalac 1 MD.810412259001 PT. Sari Husada karton 070709V1C Negatif

58 SGM 1 MD 810412270001 PT. Sari Husada karton 201009SIE/ Okt 11 Negatif

59 SGM Prenutrisi MD 810412270001 PT. Sari Husada karton 211209SIE/ Des 2011 Negatif

60 SGM Prenutrisi 0-6 Bulan MD 810412270001 PT. Sari Husada karton 080410SIE/ Apr 12 Negatif

61 SGM MD 810412270001 PT. Sari Husada karton 150510SIE/ Mei 2012 Negatif

62 SGM Prenutrisi 2 Lanjutan MD.810312271001 PT. Sari Husada karton 30010052G Negatif

63 Vitalac Susu Formula Bayi MD.810412259001 PT. Sari Husada karton 220310V2E/MAR2012 Negatif

64 SGM BBLR MD.81021094008 PT. Sari Husada karton 120210BRA/022012 Negatif

65 Vitalac MD.810412259001 PT. Sari Husada karton 230410V3D Negatif

66 SGM MD.809012327001 PT. Sari Husada karton 150310BPC/MAR2012 Negatif

67 SGM Prenutrisi 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 291109SIC032171 Negatif

68 SGM 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 291209S11 EXP. Des 2011 Negatif

69 SGM Presinutri MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 251009S1C EXP.Okt 2011 Negatif

70 SGM 2 MD.810312271001 PT. Sari Husada karton 211109S26 EXP.1 Nov 2012 Negatif

71 SGM 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 030110S1C EXP.JANUARI 2012 Negatif

72 SGM Presinutri 3 MD.810312271001 PT. Sari Husada karton 250410S2G EXP. April 2012 Negatif

73 SGM 4 Rasa Madu MD.807012263001 PT. Sari Husada karton 270404ML EXP. April 2012 Negatif

74 SGM 3 Eksplor Rasa Vanilla MD.807012266001 PT. Sari Husada karton 110510SVI EXP. Mei 2012 Negatif

75 SGM Prenutrisi 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 130610S1C EXP.Juni 2012 Negatif

76 SGM LLM MD.809012327001 PT. Sari Husada karton 250510LMC EXP. Mei 2012 Negatif

77 SGM BBLR MD.810412328001 PT. Sari Husada karton 280310BRI EXP. Mar-12 Negatif

78 SGM 2 MD.810312271001 PT. Sari Husada karton 121209526 EXP.Des 2011 Negatif

79 Vitalac 2 MD.810312260001 PT. Sari Husada karton 260109V2A EXP. 2011 Negatif

80 SGM Presinutri 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 240110SIE EXP.1-1-2011 Negatif

81 SGM Presinutri MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 090210S1C EXP.02 - 2011 Negatif

82 SGM Presinutri MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 230310S1C EXP.01 Maret 2011 Negatif

83 Vitalac 1 MD.810412259001 PT. Sari Husada karton 230809V1C EXP.Agustus 11 Negatif

84 SGM Presinutri 1 MD.810412270001 PT. Sari Husada karton 241209S1C EXP.1211 Negatif

85 SGM LLM MD.809012327001 PT. Sari Husada karton 13021DLMC EXP.2-1-2012

86 Nutricia Bebelac 1 MD.255610214112 PT. Serena Indo Pangan Industri karton S19495 Negatif

87 SGM BBLR MD.810210194008 PT. Sugizindo untuk PT. Sari Husada karton 270909BRE EXP. September 2011

Negatif 88 SGM 2 MD.810312271001 PT. Sugizindo untuk PT. Sari Husada karton 051209S2A EXP. Des 2011 Negatif

89 Vitalac Bebas Lactosa MD.809010195008 PT. Sugizindo untuk PT. Sari Husada karton 13021OVLC EXP.01/02/2012 0.248 Negatif

90 Vitalac MD.810310190008 PT. Sugizindo untuk PT. Sari Husada karton 170509VIC EXP. Mei 2011 Negatif

91 SGM BBLR MD.810210194008 PT. Sugizindo untuk PT. Sari Husada karton 270110BRC EXP.Jan 2012 Negatif

92 SGM BBLR MD.810210194008 PT. Sugizindo untuk PT. Sari Husada karton 270110BRE EXP.Jan 2012 Negatif

93 S-26 Tahap 1 MD.8810417018124 PT. Wyeth Indonesia karton ON06E2 Negatif

94 S-26 Gold ML.510417001245 PT. Wyeth Nutrisional Singapore Kaleng 19042010OE19B107.209 Negatif

95 S-26 Tahap 1 ML.810417013124 PT. Wyeth Nutrisional Singapore karton 9V13D2 EXP.12 062011 Negatif

96 Lactona MD.810412070003 PT.MIROTA KSM karton 2KLS3 EXP.1011 Negatif

97 S-26 Tahap 1 ML.810417018124 Wyeth Nutritionals (Singapore ) Pte. Ltd karton 9V30D1 EXP.29-6-2011 Negatif

98 S-26 Gold Tahap 1 ML.510417001245 Wyeth Nutritionals (Singapore ) Pte. Ltd Kaleng OA20B1 EXP.19012012 Negatif

99 S-26 ML.810417018124 Wyeth Nutritionals Ireland karton 9L16D1 EXP.PEBRUARI 2011 Negatif

TAHUN 2011 (Sampai Februari)

(NOMOR, NAMA SAMPEL, PRODUSEN KEMASAN NO BATCH/Exp Date, HASIL)

1 BIMBI LOLA RENDAH LAKTOSE MD.810413009417 PT. Netania Kasih Karunia PIER karton BLL 051308 EXP.4/1/2012 Negatif

2 Neosure ML.510415007019 Abott Laboratories Kaleng 9210Q401 Negatif

3 Enfamil A+ ML.810411066019 Mead Johnson Nutrition (Philippines) karton 1550 JLCO915 Negatif

4 Pre NAN ML.510202002079 Nestle Netherland Kaleng 02320346AC Negatif

5 NAN 1 ML.510402003079 Nestle Netherland Kaleng 00960346AD Negatif 6 NL-33 MD.510710017989 PT Kalbe Morinaga Indonesia Kaleng 10X0501KB31 Negatif

7 Morinaga BMT MD.810410019989 PT Kalbe Morinaga Indonesia karton 10T1403KA11 Negatif

8 Lactogen Gold MD.810413370001 PT Nestle Indonesia karton 0091022711 Negatif

9 Nutricia Nutrilon Royal MD.810409408040 PT Nutricia Indonesia Sejahtera karton 1910211 Negatif

10 Nutricia Nutrilon MD.810409288040 PT Nutricia Indonesia Sejahtera karton 9905491 Negatif

11 Bebelac 1 MD.810409335040 PT Nutricia Indonesia Sejahtera karton 0975141 Negatif

12 SGM BBLR MD.810412328001 PT Sari Husada karton 121010BRC Negatif

13 Vitalac Step 1 MD.810412259001 PT Sari Husada karton 210210 V1E Negatif

14 SGM LLM MD.809012327001 PT Sari Husada karton 120210LME Negatif

15 SUSU FORMULA BAYI BIMBI 1 MD.8091213010417 PT. Netania Kasih Karunia PIER, Pasuruan karton B1L244008 EXP.Des 2012 Negatif

16 SUSU BIMBI LOLA MD. 809213010417 PT. Netania Kasih Karunia PIER, Pasuruan karton BLL04130B EXP.2/12/2011 Negatif

17 SUSU FORMULA BAYI SGM PRENUTRISI MD810412270001 PT.SARI HUSADA karton 03121OS1E EXP.Des 12 Negatif

18 S-26 ML.810417018124 Wyeth Nutritional karton 0N05D2 Negatif

Belajar dari Kematian Adjie Massaid

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Adjie Massaid.

padangews.com - Saya sudah kenal almarhum Adjie Massaid sejak tahun 2000-an, dan sepanjang pengetahuan saya, Adjie memiliki gaya hidup yang relatif sehat. Dua sahabat Adjie di Belanda yakni Justin dan Richard juga adalah teman saya sesama member Klub Ade Rai.

Dua teman ini mengkonfirmasi soal gaya hidup Adjie yang cukup health conscious sampai saat-saat terakhirnya. Almarhum dikenal kerap memilih makanan yang sehat dan rutin berolahraga.

Adjie juga dikenal sangat terlatih dalam berolahraga sepakbola, bahkan kapasitasnya boleh saya bilang setara dengan pemain timnas. Adjie adalah didikan klub sepakbola Belanda. Sempat bermain di klub Ajax junior, yang tentu bukan sekolah sepakbola biasa.

Sepanjang pengetahuan saya, gaya hidup sehat di kalangan pesepakbola di Belanda sudah menjadi budaya. Mereka makan roti gandum, buah-buahan, spaghetti, tidak memakan gorengan, menghindari kehidupan malam. Mereka serius sekali menjalankan pola hidup ini karena sudah terkondisikan, dan Adjie adalah bagian dari pendidikan itu.

Di Indonesia sendiri, Adjie rutin bermain sepakbola. Saya juga diberi konfirmasi oleh Donny Pattinasarany, yang juga adik legenda sepakbola nasional Ronny Pattinasarany. Kami bertemu pada Minggu (6/2/2011) kemarin di Metro TV.

Bung Donny adalah eks pemain PSM Makassar dan dia adalah salah satu yang bermain dengan Adjie pada malam terakhir sebelum peristiwa. Bung Donny sendiri sudah berusia 55 tahun. Dan menurut beliau, soal makanan, Adjie jauh lebih sehat ketimbang beliau sendiri.

Ini tentu mematahkan beberapa argumentasi yang menjadi pemicu kematiannya yang mendadak seperti faktor 'minimnya' persiapan dalam olahraga, usia, dan jenis olahraga yang dilakukan almarhum.

Yang perlu dicatat adalah, seharusnya rutinitas berolahraga juga diikuti dengan pola makan yang sehat. Radikal bebas apabila bertemu dengan kolesterol akan sangat berpotensi menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Menurut Donny, pada malam terakhir itu mereka bermain 3 set masing-masing 30 menit. Adjie bermain sampai dengan menit ke 80, dan harus meninggalkan lapangan karena alasan yang Bung Donny tidak tahu. Menurut beliau, tidak ada tanda-tanda Adjie sesak nafas, kelelahan, dan lain sebagainya. Bahkan masih dengan ceria berfoto-foto dan saling tos-tosan.

Adjie juga tidak bermain futsal seperti yang ramai dikabarkan. Tetapi ia bermain sepakbola di lapangan Lebak Bulus. Ia juga tidak terjatuh di lapangan. Justru pada malam itu, Adjie berhasil mencetak 2 gol.

Gaya hidup Adjie yang sehat, mengkonsumsi makanan sehat dan pemilih, ini pun mematahkan argumentasi seolah Adjie menjalankan hidup tidak sehat dan akibatnya terkena sakit jantung. Bahkan menurut Justin, Adjie masih menjalankan hidup sehat sampai akhir hayatnya.

Hidap sehat harus lengkap

Kita boleh saja bermain futsal sampai usia berapa pun, asal sesuai dengan kondisi kita, dan menjalankan gaya hidup sehat yang lengkap. Tidak hanya olahraga, tapi juga memilih makanan yang sehat. Futsal sangat menyehatkan, dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Mungkin yang perlu dipelajari adalah cara-cara menjaga kesehatan dengan sepakbola sebagai bagian dari program olahraga.

Banyak mantan pemain sepakbola profesional Indonesia saat ini sudah berusia 50-60 tahun yang masih bermain sepakbola, sesuai kondisi, dan bermain dengan gembira.

Sampai Minggu malam tadi, saya hanya tahu bahwa "katanya.." Adjie diduga meninggal karena sakit jantung. Saya sendiri sebagai dokter lebih menunggu pernyataan resmi yang bersumber dari pihak rumah sakit yang paling "akurat" dalam menjelaskan pada masyarakat apa yang menjadi penyebab kematian Adjie.

Informasi akan menjadi lebih bernilai kalau diberikan oleh pihak yang merawat Adjie mulai dari saat masuk rumah sakit sampai kepada kematiannya, dan akan lebih solid informasinya kalau Adjie diotopsi dan yang disampaikan adalah hasil otopsi, akan tetapi mungkin pihak keluarga berpandangan lain. Jadi saya berpendapat, sebaiknya tidak berspekulasi soal penyebab kematian Adjie.

Menurut saya, kita perlu luruskan tema berita "Adjie meninggal terkena sakit jantung saat main futsal". Atau "bermain futsal berbahaya dan menyebabkan kematian", atau "futsal tidak cocok pada usia 40 tahun".

Kalau pun mau didata, berapa orang yang meninggal akibat futsal, maka dibandingkan dengan yang main futsal, maka kejadiannya jauh. Sangat jauh lebih kecil dibandingkan kematian akibat kecelakaaan akibat sepeda motor. Bayangkan kalau ada himbauan, sebaiknya tidak naik sepeda motor karena berisiko menyebabkan kematian.

Akhir dari tulisan ini adalah bahwa kematian Adjie Massaid tentunya meninggalkan pembelajaran bagi kita untuk menyadari betapa kematian adalah hal yang pasti bagi siapa pun. Oleh karena itu, kita harus dengan sadar menjaga kesehatan. Sebab apabila kita sudah tidak memilikinya, berapapun yang kita bayar, kita tidak akan sanggup membelinya.

Langkah pertama untuk bisa menjaga kesehatan adalah belajar bagaimana memulai hidup sehat, bagaimana menjalankannya, dan bagaimana mempertahankannya selama mungkin agar kita memiliki kualitas hidup yang baik sampai akhir hayat kita.

Phaidon L Toruan dr MM

Rabu, 09 Februari 2011

1.250 Babinsa Sulselbar Dibekali Kondom

Padangnews.com-MAMUJU - Komandan Korem (Danrem) Komando Resor Militer (Korem) 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag), Kolonel Inf Lodewyk Pusung, menyebutkan, sebanyak 1.250 Babinsa yang tersebar di wilayah Sulasewsi Selatan dan Barat (Sulselbar) dibekali kondom.
Pemberian kondom tersebut dimaksudkan untuk mensukseskan program pengendalian penduduk di Indonesia.

"Untuk wilayah kerja di Sulselbar kami memiliki sebanyak 1.250 personil Babinsa. Mereka dibekali kondom dan diberikan pemahaman program Keluarga Berencana (KB) guna mensosialisasikan kepada masyarakat," kata Danrem Tatag, pada acara pembukaan rapat kerja daerah BKKBN Sulbar yang dilaksanakan di Hotel D Maleo, Mamuju.

Menurutnya, pada masa Orde Baru gaung program KB berhasil dalam mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia, namun program KB dihapuskan pada masa era reformasi dan saat ini kembali digelorakan oleh pemerintah pusat untuk menghindari terjadinya ledakan penduduk.

"TNI sebagai mitra BKKBN dalam mengendalikan penduduk bukan hal yang pertama dilaksanakan, namun kerjasama itu telah terjalin sejak zaman orde lama. Beberapa tahun terakhir ini program KB kembali digemakan oleh pemerintah pusat dengan tujuan agar tidak terjadi penambahan penduduk yang tidak berkualitas," katanya. Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Senin, 07 Februari 2011

12 Kasus Anak Pengidap HIV/AIDS di Jayapura

Padangnews.com-SENTANI--Tercatat 12 kasusu anak usia 1-4 tahun di Kabupaten Jayapura, Papua, mengidap penyakit HIV/AIDS pada tahun 2010. Sekertaris Komisi Penanggungalangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayapura Drs Purnomo SE di Sentani, Senin, mengatakan, anak usia dini yang terkena HIV/AIDS ditularkan oleh ibu yang sudah berisiko tinggi sebelum mengandung. "Anak usia 1-4 tahun yang terkenah penyakit HIV/AIDS ditularkan melalui ibunya melalui air susu dan pada saat lahir," katanya.

Ia menjelaskan, dengan semakin tingginya kasus HIV/AIDS yang ditemukan juga diderita anak usia dini, pihaknya menghimbau seluruh warga di Bumi Kenambay Umbay ini agar melakukan tindakan pencegahan sejak dini terutama dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Ia menambahkan, apalagi HIV/IADS merupakan jenis penyakit epidemi yang bisa mematikan dan sampai sekarang belum ada obatnya.

Dia menyebutkan, penyebaran virus HIV/AIDS bagaikan fenomena "gunung es" sehingga perlu adanya tindakan pencegahan dan penanggulangan dari masyarakat. "Kalau kasus ini tidak menjadi perhatian khusus dari warga terutama orang tua, generasi muda kita sebagai penerus cita-cita bangsa terancam masa depannya," terangnya.

Dikatakan, pada 2010 jumlah pengidap HIV/Aids di Kabupaten Jayapura yang mencapai 609 orang, yang terdiri dari laki-laki 242 orang, perempuan 367 orang, didominasi IRT 164 kasus, disusul lain-lain 124 kasus, PSK 102 kasus, buruh/petani 61 kasus, PNS 37 kasus, pelajar/mahasiswa 41 kasusu, swasta 57 kasus.

Dengan rincian usia 20-29 sebanyak 285 orang, usia 30-39 sebanyak 198 orang, usia 40 - 49 sebanyak 55 orang, usia 15-19 sebanyak 44 orang, dan usia 1-4 tahun 12 orang. Sementara jumlah yang terbanyak dari Distrik Sentani 320 kasus, Sentani Timur 126 kasusu, Kaureh 26 kasusu, Nimboran 20 kasusu, Distrik Sentani Barat 25 kasus.

Sebagian besar pengidap HIV/AIDS di bumi Kenambay Umbay ini tertular melalui hubungan heteroseksual sebanyak 592 orang, ibu ke anak sebanyak 4 orang, transfuai darah sebanyak 7 orang. Potensi penyebaran penyakit tersebut, menurut dia, akibat pergaulan hubungan seks bebas dengan gonta-ganti pasangan. Red: Krisman Purwoko
Sumber: antara

Selasa, 16 November 2010

5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Gigi Berlubang


Padangnews.com - Sejak masih kecil Anda tentu telah diajarkan untuk menggosok gigi sedikitnya dua kali sehari. Setelah dewasa, kebiasaan ini masih harus ditambah dengan flossing. Sayangnya, tidak semua orang melakukan apa yang disarankan oleh dokter ini. Padahal kalau Anda sudah gosok gigi dan flossing pun, masih ada kebiasaan lain yang memengaruhi kesehatan gigi.

Menurut Annalisa Somers, dokter gigi yang berpraktik di Austin, Texas, kebanyakan orang bahkan tidak sadar bahwa kebiasaan yang mereka lakukan itu bisa menciderai gigi. Adakah satu dari lima kebiasaan ini yang sering Anda lakukan?

Makan terlalu lambat, atau terlalu sering
Anda memang harus mengunyah makanan dengan seksama, agar makanan lebih mudah dicerna dan Anda cenderung tidak makan terlalu banyak. Tetapi, sebaiknya perhatikan juga frekuensi Anda makan, karena hal ini bisa memengaruhi kesehatan gigi Anda. Setelah makan, plak pada gigi akan melepaskan asam yang menyerang gigi, sehingga bila Anda terus saja ngemil sepanjang hari, serangan asam itu akan terjadi lagi. Akibatnya, gigi Anda bisa berlubang.

"Misalnya Anda punya sekantong permen atau cokelat. Anda memakan satu sekarang, satu dalam 30 menit berikutnya, satu dalam satu jam. Ini akan lebih memperburuk gigi Anda daripada jika Anda duduk dan makan sekantong penuh dalam sekali makan," kata Somers.

Hal yang sama terjadi jika Anda makan terlalu lama. Gigi Anda akan dibombardir dengan partikel makanan, sedangkan mulut Anda tidak punya kesempatan untuk melawan bakteri.

Menggeretakkan gigi
"Banyak perempuan yang menggeretakkan gigi, dan mereka tidak sadar telah melakukannya, karena itu terjadi saat mereka tidur," papar Somers.

Mengetuk-ngetukkan gigi Anda ketika sedang stres juga bisa menyebabkan kerusakan. Menurut Somers, menggeretakkan dan mengetukkan gigi bisa membuat gigi aus secara prematur, atau kemungkinan lain gigi bakal cuil. Kalau Anda sering merasa pusing, atau rahang terasa sakit, itulah tanda-tanda bahwa gigi Anda bermasalah.

Tidak memeriksakan gigi ke dokter, terutama ketika ingin hamil
American Dental Association menyarankan agar kita rutin memeriksakan gigi kita dua kali setahun. Bila Anda tidak mengontrol gigi ke dokter, gigi akan tumbuh plak, sementara masalah kecil bisa berubah jadi besar. Salah satu waktu terpenting untuk mengunjungi dokter gigi adalah ketika Anda sedang membuat program hamil. Waspada dengan kondisi seperti gingivitis (radang gusi) yang akan menyerang ketika Anda hamil.

Membiarkan mulut jadi kering
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik, antihistamin, decongestant, dan pereda nyeri, bisa menyebabkan mulut kering. Semakin banyak Anda mengonsumsi obat-obatan ini, semakin kering mulut Anda. Padahal, jika tidak ada cukup air liur untuk membasahi mulut dan menetralisasi asam, gigi Anda akan cenderung berlubang.

Hal lain yang bikin mulut kering adalah sindrom Sjogren, penyakit autoimun yang memengaruhi 4 juta orang di dunia (90 persen di antaranya perempuan, dan pasien asma yang menggunakan inhaler). Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan mulut kering atau mengidap Sindrom Sjogren, risiko gigi rusak akan meningkat. Gosoklah gigi lebih sering, hindari makanan manis, dan minum banyak air putih.

Menyeruput minuman bersoda
Pada dasarnya, minuman bersoda adalah permen dalam bentuk cair. Kandungan gula dan asamnya bisa menyebabkan erosi dan gigi berlubang. Menurut Somers, boleh-boleh saja sih minum minuman bersoda sesekali. Namun perhatikan dulu cara minumnya.

Untuk mencegah kerusakan gigi akibat soda, jangan menyesapnya sepanjang hari. Minumlah dalam sekali minum sampai habis, atau bersamaan dengan waktu makan. "Menyeruput soda itu seperti memandikan gigi Anda dengan gula sepanjang hari," katanya.

Cara lain untuk minum soda (atau minuman yang mengandung gula lainnya) adalah dengan sedotan, sehingga gigi Anda tidak terekspos soda.[kompashealth]

Melawan Gigi Berlubang pada Balita

Padangnews.com - Hampir semua anak-anak menyukai makanan manis. Sebagian besar orangtua membiarkan anak mengonsumsi makanan manis itu walau sebenarnya berbahaya untuk gigi karena bisa menyebabkan gigi berlubang (karies). Gula dan karbohidrat yang dimakan merupakan makanan yang disukai bakteri.

Terjadinya lubang pada gigi membutuhkan waktu 1-2 tahun, sedangkan pada gigi susu bisa lebih singkat. Menurut penelitian hampir separuh dari anak Amerika mengalami gigi berlubang pada usia kira-kira 4 tahun, bahkan ada yang jauh sebelumnya.

Kebanyakan gigi berlubang ditemukan saat pemeriksaan gigi. Gigi berlubang yang ditemukan dan dirawat secara dini bisa mengurangi rasa sakit, menghemat biaya dan yang terpenting menyelamatkan gigi.

Meski informasi mengenai kesehatan gigi sudah banyak disebar, nyatanya masih banyak orangtua yang mengabaikan kesehatan gigi balitanya. Masih banyak di antara mereka yang berpikir, gigi susu si anak belum permanen sehingga nanti gigi akan tanggal diganti dengan gigi tetap.

Menurut drg. Melanie Sadono Djamil, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta, kondisi gigi susu sangat berpengaruh pada gigi tetap seorang anak. "Gigi susu juga bisa infeksi dan memengaruhi benih gigi tetapnya," paparnya.

Karies gigi yang tidak mendapat penanganan juga berdampak serius. "Gigi berlubang bisa menyebabkan rasa nyeri. Akibatnya anak jadi malas mengunyah dan menelan, lama-lama dia jadi tidak makan dan asupan nutrisinya berkurang. Anak bisa kurang gizi," kata Melanie.

Pada anak yang lebih besar, sakit gigi bisa menurunkan tingkat produktivitas. Mereka malas beraktivitas. Kegiatan makan, belajar, bekerja, dan tidur pun terganggu. Dari segi estetika pun, gigi yang ompong atau cacat bisa menimbulkan rasa kurang percaya diri. Akibatnya, anak tidak mau bergaul karena khawatir diledek temannya.

"Setiap ada gigi yang bolong, sebaiknya segera ditambal. Penambalan akan menghentikan kontak dengan bagian luar sehingga bakteri tidak mendapat makanan. Gigi juga akan dibersihkan," kata dekan FKG Trisakti ini.

Kejadian lubang pada gigi sebenarnya bisa dicegah dengan tindakan sederhana seperti menyikat gigi. "Tindakan menyikat gigi akan mengurangi angka karies gigi hingga 50 persen," katanya.

Selain itu, makanan manis dan lengket sebaiknya dikurangi karena lebih sulit dibersihkan. Biasakan anak untuk membersihkan giginya setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis. "Paling tidak berkumur dengan air putih, termasuk setelah anak minum susu. Bila anak sudah terlanjur tidur, berikan botol yang diisi air setelah anak minum susu dari botolnya," katanya.[kompashealth]