Tampilkan postingan dengan label Islam Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam Timur Tengah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2011

Tewasnya Osama Memicu Radikalisme Baru

Padangnews.com-Tewasnya Osama bin Laden diperkirakan akan memicu radikalisme baru. Intelijen di Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan dengan mempertajam jejaring. Hal itu ditegaskan Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen (purn) Kiki Syahnakri, di sela kunjungan kerja DPP Pepabri ke Akademi Kepolisian di Semarang, Selasa (3/5).

"Tewasnya Osama tidak berpengaruh banyak. Bahkan bisa memicu radikalisme yang harus diwaspadai. Apalagi teroris bergerak di bawah tanah dan selalu berbaur di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan, intelijen harus memperkuat jejaring untuk memangkas upaya-upaya radikal yang direncanakan para teroris. "Apalagi Polri sendiri mengatakan, yang sekarang ini generasi ketiga teroris. Artinya, rekrutmen berjalan bagus. Dari generasi ke generasi bertambah secara kualitas," tuturnya.

Menurut Kiki, jika dibandingkan dengan masa lalu, kerja intelijen saat ini sangat jauh berkurang. Salah satu unit yang perlu diperkuat adalah Badan Pengumpul Data, yang menjadi urat nadi intelijen. "Badan bisa bagus kalau jaringannya bagus. Sekarang jaringan intelijen tidak tajam. Yang harus dilakukan adalah membangun jaringan intelijen di masyarakat. Jaringan ini kemudian membentuk jejaring lagi," tukasnya. (Wta/O

Ternyata, Istri Osama tidak Tewas dalam Serangan Amerika

Padangnews.com-Seorang wanita tewas dalam serangan kepada Osama bin Laden tempat persembunyian di Pakistan itu bukan istrinya dan tidak digunakan sebagai perisai manusia oleh pemimpin Al Qaeda sebelum kematiannya.

Itu merupakan koreksi seorang pejabat AS, Senin (2/5), terhadap keterangan sebelumnya.

John Brennan, penasihat kontraterorisme Presiden Barack Obama, mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa wanita yang dibunuh adalah salah satu istri bin Laden dan telah digunakan--mungkin secara sukarela--sebagai perisai hidup selama baku tembak tersebut.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih lainnya membantahnya. Katanya, istri bin Laden terluka tapi tidak tewas dalam serangan itu.

Para pejabat AS mengatakan, sebuah tim penyerang kecil AS turun dengan helikopter ke tempat persembunyian bin Laden di dekat ibu kota Pakistan, Islamabad, di malam hari. Mereka menembak pemimpin Al-Qaeda mati dengan peluru ke dada dan kepala.

Osama tidak membalas tembakan. (Rtr/OL-5)

Senin, 14 Februari 2011

Iran Cium Rencana Barat untuk Memicu Kerusuhan di Teheran

linklup.com

Iran Cium Rencana Barat untuk Memicu Kerusuhan di Teheran
Iran-Amerika

Padangnews.com-, TEHERAN-- Mata-mata Barat mencari seseorang yang terbelakang secara mental untuk membakar dirinya sendiri dan memicu kerusuhan di Iran seperti yang terjadi di sejumlah negara Arab, kata kepala milisi berkuasa di Iran pada Ahad.

Komandan Mohammad Reza Naghdi, yang memimpim milisi berjumlah ratusan ribu relawan yang ditakuti di Iran, Basij, mengatakan beberapa badan intelijen Barat ingin memicu kejadian di Iran seperti Mesir dan Tunisia.

"Sejumlah badan intelijen Barat mencari orang dengan keterbelakangan mental yang dapat membakar diri di Teheran supaya memicu perkembangan seperi di Mesir dan Tunisia," kata Naghdi yang dikutip oleh kantor berita Fars.

"Pihak Barat sangat terbelakang dan berpikir dengan meniru tindakan serupa mereka akan berhasil," katanya. Komentar Naghdi diutarakan saat pemimpin oposisi Iran ingin melakukan unjuk rasa pada Senin untuk mendukung pergolakan di sejumlah negara Arab tetapi dipercaya oleh pendukung pemerintah Iran sebagai rencana untuk melakukan protes anti-pemerintah baru.

Pemberontakan di Tunisia yang berakhir dengan tumbangnya presiden Zine El Abidine Ben Ali bermula oleh pembakaran diri seorang sarjana muda yang menganggur, Mohamed Bouazizi, pada Desember. Peniruan pembakaran diri terjadi di Mesir pada hari-hari sebelum 25 Januari, saat pemrotes pertama kali mengambil alih jalanan Kairo demi menuntut pengunduran diri Hosni Mubarak.

Iran mendukung pergolakan di negara Arab tetapi menolak izin terhadap pihak pemimpin oposisi negaranya untuk melakukan unjuk rasa pada Senin. Pihak berwenang Iran membubarkan unjuk rasa oposisi yang dilakukan di Teheran tak lama setelah Presiden Mahmoud Ahmadinejad terpilih ulang pada 2009.

Puluhan orang tewas, ratusan orang terluka dan ribuan ditahan dalam penangkapan oleh pasukan keamanan dan milisi Basij kepada para pemrotes yang menuduh pihak berwenang mengatur pemilihan umum yang menyebabkan Ahmadinejad kembali berkuasa.

Red: Stevy Maradona
Sumber: Antara

Sabtu, 12 Februari 2011

Analis: Mundurnya Mubarak akan Pengaruhi Peta Politik Timur Tengah

AP
Analis: Mundurnya Mubarak akan Pengaruhi Peta Politik Timur Tengah
Padangnews.com-Jutaan warga Kairo berkumpul di Tahrir Square menuntut Presiden Mubarak mundur.

, DUBAI - Kurang dari sebulan setelah dunia menyaksikan Tunisia merayakan runtuhnya kediktatoran di negaranya, sejarah mencatat, Presiden Hosni Mubarak pun ikut terdepak akibat tuntutan tak terbendung rakyatnya.

Kejatuhan Mubarak - salah satu andalan politik Timur Tengah dan kebijakan Barat di kawasan selama hampir tiga dekade - dipandang banyak kalangan akan mengubah peta politik Timur Tengah.

"Mesir akan memiliki dampak, besar besar di negara-negara di sekitarnya," kata Salman Sheik, direktur The Brookings Doha Center di Qatar. "Hal ini bisa terjadi di mana saja. Akibat nyatanya adalah reformasi pasti akan datang di negara dimana rakyatnya merasa tertekan."

Namun, katanya, tak ada jaminan bahwa gelombang reformasi akan di negara lain segera. Sebuah usaha untuk membangkitkan protes serupa Mesir di Suriah awal bulan ini padam oleh pasukan keamanan.

Beberapa negara Timur Tengah belajar banyak dari kasus mesir. Perdana menteri baru Yordania, Marouf Bakhit, misalnya, berjanji untuk melanjutkan reformasi politik yang dituntut oleh pengunjuk rasa yang memaksa Raja Abdullah II untuk me-reshuffle kabinet. Pekan lalu, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh - sekutu utama AS lainnya di Timur Tengah selama lebih dari tiga dekade - tunduk pada tekanan dari pemrotes dan mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri kembali pemilu tahun 2013 dan tidak akan mewariskan kekuasaan kepada anaknya.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Reuters

Dia Kronologi Pengunduran Diri Mubarak

Ini Dia Kronologi Pengunduran Diri Mubarak


Padangnews.com-Rakyat Mesir larut dalam kegembiraan di Lapangan Tahrir

KAIRO-Berikut kronologi menjelang runtuhnya rezim Hosni Mubarak yang telah berkuasa 30 tahun:

14 Jan

-Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali lari ke Arab Saudi menyusul bentrokan antara demonstran dan aparat selama berhari-hari yang menewaskan puluhan orang.

25 Jan

-Terinspirasi kejatuhan Presiden Ben Ali di Tunisia, ribuan rakyat Mesir menuntut diakhirinya kekuasaan Presiden Mubarak. Terjadi bentrokan demonstran dengan polisi.

26 Jan

-Polisi bentrok dengan ribuan demonstran yang melanggar larangan demonstrasi

27 jan

-Mohamad ElBaradei, mantan ketua Badan Energi Atom Internasional yang juga dikenal pengritik Mubarak, tiba di Kairo untuk bergabung dengan demonstran

28 jan

-Sekurangnya 24 orang tewas dalam bentrokan di seluruh Mesir. Mubarak memperpanjang jam malam ke seluruh kota di Mesir

-Mubarak memerintahkan tentara dan tank turun ke jalan untuk menghadang demonstran. Namun, demonstran malah menyambut tentara yang dianggap netral, tidak seperti polisi yang dikerahkan sebelumnya.

29 Jan

-Mubarak menyatakan merombak kabinet dan menolak mundur. Protes kembali membanjiri Lapangan Tahrir usai pernyataan Mubarak.

-Mubarak menunjuk kepada badan intelijen Omar Suleiman sebagai wapres.

-Ribuan demonstran turun ke jalan saat jam malam dimulai. Warga berjaga-jaga terhadap penjarahan.

31 Jan

-Militer mengatakan tak akan menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Militer mengatakan kebebasan berekspresi dengan damai dijamin bagi semua warga negara

-Mubarak melantik cabinet baru. Suleiman mengatakan memintanya memulai dialog dengan semua kekuatan politik.

-Ribuan demonstran berkumpul dengan sendirinya di Lapangan Tahrir saat jam malam, menunut Mubarak mundur.

1 Feb

-Mubarak di televisi mengatakan tak akan turun dari jabatan, dan baru akan turun jika masa jabatan berakhir pada September. Ia juga menawarkan konsesi.

-sekitar sejuta rakyat berdemo di seluruh negeri meminta Mubarak mundur secepatnya.

2 Feb

-Militer meminta demonstran untuk meninggalkan jalanan dan jam malam dilonggarkan.

-Pecah bentrokan antara kelompok pendukung Mubarak dan massa demonstran di Lapangan Tahrir, namun militer diam saja.

-Mubarak menolak permintaan AS dan Eropa agar transisi politik dilakukan segera.

3 Feb

-Sejumlah tembakan dilepaskan kepada demonstran di Kairo, sekitar 10 tewas. PBB memperkirakan 300 telah tewas sepanjang gelombang demonstrasi.

4 Feb

-Ribuan berkumpul di Lapangan Tahrir untuk mendesak diakhirinya rezim Mubarak. Aksi ini dinamai ‘Hari Keberangkatan’.

5 Feb

-Anak Mubarak, Gamal, mundur sebagai pimpinan partai berkuasa Mesir.

6 Feb

-Kelompok oposisi, termasuk Ikhwanul Muslimin, melakukan pertemuan dengan Wapres Suleiman. Oposisi mengatakan tuntutan utama mereka tak dipenuhi, yakni Mubarak mundur. Kedua pihak sepakat untuk terus melakukan pertemuan dan sebuah komite dibentuk untuk mengkaji konstitusi.

-Bank kembali dibuka usai ditutup selama sepekan

-Ribuan berkumpul di Lapangan Tahrir untuk berdoa bagi para martir

7 Feb

-Kantor berita MENA melaporkan Mubarak membentuk dua komite untuk mengkaji amandemen konstitusi

-Pemimpin oposisi mengatakan pembicaraan dengan pemerintah tak ada kemajuan

8 Feb

-Rakyat Mesir menggelar demonstrasi terbesar

-Wapres Suleiman mengatakan pihaknya punya jadwal untuk transfer kekuasaan secara damai. Ia menjanjikan tak ada tindak represi terhadap demonstran. Ia memperingatkan militer akan melakukan kudeta jika demonstrasi tak juga diakhiri.

9 Feb

-Empat tewas dalam bentrokan antara aparat dan 3000 demonstran di Provinsi New Valley, selatan Kairo

10 Feb

-Militer membuat pernyataan yang mengindikasikan akan melakukan kudeta dan menyingkirkan Mubarak

-Mubarak diprediksi akan menyatakan mundur hari itu juga

-Mubarak menyampaikan pidato yang menegaskan tetap bertahan dan mendelegasikan kekuasaan eksekutif kepada Suleiman.

-Demonstran marah dan meningkatkan tekanan terhadap Mubarak. Aksi demonstrasi meningkat.

-Militer menyatakan mendukung rencana Mubarak

11 Feb

-Mubarak mundur dan menyerahkan wewenang kepada militer

-Suleiman mengatakan Dewan Militer akan memegang kendali atas Mesir

-Rakyat Mesir larut dalam kegembiraan

Red: Johar Arif
Sumber: Reuters

Kamis, 03 Februari 2011

Obama Telepon Mubarak: Transisi Segera


Padangnews.com-Presiden Barack Obama, Selasa (1/2/2011) waktu setempat, mengatakan kepada Presiden Mesir Hosni Mubarak bahwa transisi politik di Mesir harus dimulai sekarang. Obama mengisyaratkan, tawaran Mubarak untuk turun dari panggung kekuasaan setelah pemilu pada September mendatang boleh jadi tidak cukup. Namun, Obama tidak menasihati Mubarak untuk mengacuhkan permintaan para demonstran agar ia mundur segera.

Obama menelepon Mubarak selama 30 menit setelah Mubarak menyampaikan pidato yang menyatakan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri lagi pada pemilu September mendatang. Obama menegaskan, bukan hak AS untuk memilih pemimpin Mesir. Namun, ia kembali memberi tekanan kepada Mubarak, sekutu AS selama 30 tahun.

"Hal yang jelas, dan apa yang saya indikasikan malam ini kepada Presiden Mubarak, adalah keyakinan saya bahwa peralihan harus tertib, damai, dan dimulai sekarang," kata Obama, beberapa menit setelah ia menelepon pemimpin Mesir itu. Obama juga memberikan imbauan kepada rakyat Mesir yang menanggapi dengan marah pernyataan Mubarak bahwa ia akan tetap pada jabatannya hingga September mendatang.

"Kepada masyarakat Mesir, khususnya orang-orang muda Mesir, saya ingin jelaskan, kami mendengar suara Anda. Saya memiliki keyakinan yang sangat kuat bahwa Anda akan memutuskan tujuan Anda sendiri," kata Obama dari Gedung Putih. "Dia (Mubarak) mengakui bahwa status quo tidak berkelanjutan dan bahwa perubahan harus terjadi," lanjut Obama dalam pidatonya yang ditujukan kepada beberapa penonton, termasuk Mubarak, pengunjuk rasa, tentara Mesir, dan publik Amerika.

Obama kemudian berbicara tentang militer Mesir. "Saya ingin memuji militer Mesir karena profesionalisme yang mereka tunjukkan dalam melindungi rakyat Mesir. Kami menyaksikan tank-tank ditutup dengan spanduk dan tentara serta demonstran berpelukan di jalan dan bergerak maju. Saya minta militer untuk meneruskan upayanya membantu menjamin bahwa perubahan sekarang ini dilakukan dengan damai."

Intervensi Obama itu, dalam pidato yang disiarkan langsung melalui televisi dari Gedung Putih, kemungkinan akan dilihat sejumlah pengamat sebagai upaya untuk meyakinkan Mubarak agar meninggalkan kekuasaan lebih cepat dari yang ia telah rencanakan selama ini.

Seorang pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, Obama telah melakukan pembicaraan telepon secara "langsung dan terbuka" selama 30 menit dengan Mubarak, setelah pemimpin Mesir itu membuat konsesi dalam sebuah pidato yang langsung dianggap tidak cukup oleh para demonstran. "Sangat jelas betapa (Mubarak) mencintai negaranya, dan betapa sulitnya situasi ini bagi dia," kata pejabat itu menirukan Obama. "Presiden Obama juga menjelaskan kepadanya (Mubarak) bahwa transisi yang teratur tidak dapat ditunda. Itu harus dimulai sekarang," kata pejabat itu.

Pendekatan itu tampaknya menunjukkan bahwa Washington mungkin tidak puas dengan transisi kekuasaan baru setelah pemilu yang akan jatuh tempo tujuh bulan lagi.

Seorang pejabat lainnya menambahkan, "Pertanyaannya adalah (bukan) apakah dia turun sekarang atau nanti, melainkan pesan kami bahwa Anda (Mubarak) harus tahu apa yang rakyat Anda sedang sampaikan kepada Anda."

Obama bergerak di wilayah abu-abu selama beberapa hari, antara tuntutan untuk demokrasi dan mempertahankan seorang pemimpin yang telah memerintah secara otoriter selama 30 tahun, yang menjadi sekutu penting AS./kompas

Rabu, 02 Februari 2011

Internet di Mesir Mulai Menyala

Internet di Mesir Mulai Menyala

Rabu, 02 Februari 2011, 18:23 WIB
Smaller Reset Larger
AP
Internet di Mesir Mulai Menyala
Sukarelawan mengamankan jalannya demonstrasi di Alexandria, Mesir, Selasa (2/2).

Padangnews.com-,KAIRO-Pemerintah Mesir tampaknya berupaya memenangkan suasana pascapidato Presiden Mubarak yang menjanjikan transisi kekuasaan secara damai dan demokratis. Rabu, seiring dengan himbauan militer agar rakyat menghentikan demonstrasi, pemerintah kembali mengoperasikan layanan internet di Mesir yang sempat menghilang beberapa hari.

Tak hanya itu, seperti dilaporkan televisi lokal, pemerintah juga mengendorkan pemberlakukan jam malam dari semula pukul 3 sore hingga 8 pagi menjadi pukul 5 sore hingga 7 pagi.

Selasa malam, Mubarak menyampaikan pidato yang menegaskan dirinya tak akan mundur dan akan menghabiskan sisa masa kepresidenan untuk mengawal transisi kekuasaan. Ia juga mengatakan tak akan mencalonkan diri kembali menjadi presiden.

Senin malam lalu pemerintah menghentikan satu penyedia layanan internet terakhir yang masih beroperasi di Mesir. Tiga hari sebelumnya, sebagian besar layanan internet ditutup. Ini menyusul pemblokiran terhadap akses Twetter di Mesir.

Pada hari-hari pertama gelombang demonstrasi di mesir, jaringan sosial di Internet dimanfaatkan oleh kelompok oposisi untuk menggalang massa dan mengkampanyekan tuntutan Mubarak terhadap Mubarak. Dan hal ini terbukti ampuh.

Mubarak: Saya tak Akan Mengungsi, Saya akan Meninggal di Mesir

AP
Mubarak: Saya tak Akan Mengungsi, Saya akan Meninggal di Mesir
Presiden Hosni Mubarak Berpidato di televisi

Padangnews.com-ID,KAIRO: Dalam pidato selama 10 menit di televisi, Selasa malam, Presiden Mubarak tampak muram namun nada suaranya tetap tegar. Selain menolak mundur, mantan Komandan Angakatan Udara ini menegaskan tak akan mengungsi ke luar negeri.

“Ini tanah airku… Saya hidup di negara ini, saya telah berjuang dan mempertahankan negara ini, kedaulatan negara ini dan kepentingan negara ini. Di tanah Mesir saya akan meninggal. Sejarah yang akan menilai saya dan kita semua,” katanya.

Mubarak menyinggung demonstrasi saat memulai pidatonya dengan mengatakan generasi muda punya hak untuk menggelar demonstrasi damai. Namun, nada suaranya berubah menjadi tuduhan dengan mengatakan para demonstran dimanfaatkan oleh orang-orang yang berupaya menjatuhkan pemerintah.

Mubarak mengatakan mesti tak terjadi gelombang demonstrasi, dirinya tetap tak akan mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan keenam pada pemilu mendatang yang dijadwalkan September. Selama ini, para pejabat Mesir selalu mengindikasikan Mubarak akan mengejar periode keenam kepresidenannya pada pemilu mendatang.

Ia mengatakan di sisa masa jabatan yang tujuh bulan ini dirinya akan ‘memenuhi tuntutan rakyat’, yakni melakukan langkah-langkah bagi transisis kekuasaan secara damai. Pidato ini disampaikan Mubarak setelah menerima utusan khusus Presiden Obama, Frank Wisner.

Di Gedung Putih, setelah Mubarak berpidato, Obama mengatakan dirinya telah berbicara dengan Mubarak. Obama mengatakan kepada Mubarak dirinya mengatakan status quo tak bisa bertahan dan perubahan harus dilakukan. Obama mengatakan transisi kekuasaan harus dilakukan dengan damai, yang dimulai dari sekarang dan harus merangkul oposisi.

Selasa, 01 Februari 2011

Mesir Bergolak, Pasokan Kebutuhan Warga Gaza Tarancam

Reuters
Mesir Bergolak, Pasokan Kebutuhan Warga Gaza Tarancam
Warga Gaza mengantre bahan bakar minyak

Padangnews,com-, GAZA CITY - Rakyat Gaza turut mengalami dampat memburuknya kondisi dalam negeri Mesir. Israel sekarang menghabiskan sembilan persen dari produk domestik bruto pada pertahanan, Shueftan kata - dibandingkan dengan 23 persen pada 1970-an, ketika keadaan perang dengan Mesir masih ada.

Sejak Jumat, mereka tak lagi menerima pasokan bahan kebutuhan pokok yang selama ini dibawa para penyelundup dari Mesir ke perbatasan Gaza. Aparat Israel juga disebar di sepanjang perbatasan negeri itu.

Penyeberangan antara Gaza dan Mesir, yang sebagian dibuka kembali beberapa bulan yang lalu sebagai bagian dari sedikit meredanya blokade itu, kembali ditutup Ahad oleh Mesir sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Penyelundup mengatakan arus barang dari Mesir, termasuk bahan bakar murah, telah terganggu dalam beberapa hari terakhir. Warga Gaza telah mulai penimbunan bahan bakar, dan kebutuhan vital lainnya.

Namun warga Gaza mengikuti setiap perkembangan di Mesir. Mereka percaya segala perubahan dalam pemerintah akan berdampak positif karena pembatasan yang selama ini dipaksakan ditutup oleh Presiden Hosni Mubarak akan terbuka.

"Setiap hari Gaza menunggu untuk perubahan di Mesir, karena Mesir adalah paru-paru bagi kami," kata seorang pejabat Hamas Ahad. Dia berbicara dengan syarat anonim karena perintahnya mengimbau pejabat untuk tak berkomentar soal Mesir.

"Setiap perubahan (di Mesir) akan tercermin di Gaza," katanya.

Di kamp pengungsi Bureij Gaza, Khaled Nasser optimis. "Jika Anda melihat awan di langit Mesir, hujan diharapkan turun di Gaza. Kabar baik akan datang," katanya, mengibaratkan.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Al jazeera TV, Reuters

Minggu, 30 Januari 2011

Mubarak Tunjuk Wapres dan Perdana Menteri

empirestrikesblack.com
Mubarak Tunjuk Wapres dan Perdana Menteri
Hosni Mubarak

Padangnews.com-, KAIRO - Presiden Mesir Hosni Mubarak telah menunjuk kepala badan intelijen negara untuk jabatan wakil presiden. Hal ini merupakan jawaban atas protes rakyatnya yang membuat kondisi negara ini bergolak.

Omar Soleiman disumpah pada hari Sabtu, pertama kalinya Mubarak menunjuk wakil presiden selama pemerintahan 30 tahun itu. Ahmad Shafiq, mantan kepala staf udara, diangkat sebagai perdana menteri.

Namun para wartawan Al Jazeera di Mesir mengatakan bahwa banyak dari mereka turun ke jalan menuntut perubahan total. Mereka tak menghendaki hanya sekadar pergantian kabinet saja.

Jam malam yang diberlakukan diseluruh negeri tak diindahkan. Tentara memperingatkan massa di Tahrir Square di Kairo bahwa jika mereka menentang jam malam, mereka akan berada dalam bahaya.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Al jazeera

Lebih dari 100 Orang Tewas Sepanjang Demonstrasi di Mesir



Padangnews.com-Jakarta - Lebih dari 100 orang telah tewas selama demonstrasi menolak pemerintah yang melanda Mesir. Data ini diperoleh dari rumah sakit dan saksi-saksi mata.

Pemerintah Mesir belum merilis angka resmi terkait korban meninggal akibat demonstrasi ini. Namun angkanya bisa terus bertambah karena situasi di Mesir yang semakin kacau.

Seperti dikutip detikcom dari Reuters, Sabtu (30/1/2011), di Beni Suef di selatan Kairo, Mesir, polisi menembak mati 17 orang yang mencoba untuk menyerang kantor polisi.

Sementara itu 10 orang dikabarkan tewas di tengah aksi protes. Delapan lainnya tewas dalam bentrokan ketika para tahanan mencoba melarikan diri dari penjara Abu Zaabal di Kairo.

Sementara itu 68 korban meninggal lain dilaporkan tewas di Kairo, Suez dan Alexandria selama protes sejak hari Jumat (28/1).

Sebelum itu, sumber keamanan mengatakan sedikitnya enam orang, termasuk seorang polisi, telah tewas sejak aksi protes dimulai pada Selasa lalu.

Hingga hari ini disampaikan sudah lebih dari 2000 orang terluka di seluruh kota Mesir. Namun belum ada sumber yang bisa memastikan apakah mereka polisi atau pengunjuk rasa.
sumber foto: detikcom

Situasi Mesir Belum Mereda, WNI Tetaplah Waspada


Dubes A.M. Fachir


Pesan itu disampaikan Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir melalui Sekretaris III Pensosbud Ali Andika Wardhana saat kontak via saluran telepon internasional dengan detikcom, Sabtu malam atau Minggu (30/1/2011).

Situasi di Mesir dapat dikatakan belum mereda. Namun hasil pemantauan menunjukkan bahwa warga negara Indonesia di Negeri Piramida itu dalam kondisi baik dan aman, tidak ditemukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Dubes telah secara khusus melakukan tatap muka dengan masyarakat di kantung-kantung WNI, salah satunya di Nasr City, Kairo.

"WNI hendaknya juga menjauhi keramaian dan aksi massa. Selain itu juga mematuhi pemberlakuan jam malam," ujar Dubes.

Disebutkan, bahwa mengingat hampir semua sarana komunikasi di Mesir terputus, maka WNI diminta melakukan sistem pesan berantai, agar pesan-pesan Dubes sampai ke WNI seluas mungkin.

Dubes menggarisbawahi dan mengingatkan kembali agar WNI, untuk sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, tidak melakukan perjalanan ke Mesir.

Gedung Kedubes RI, konsuler, kesekretariatan ormas Indonesia di Mesir saat ini dijadikan sebagai posko pemantauan dan pelayanan untuk WNI di Mesir.

Terkait dengan keperluan keamanan dan perlindungan WNI, masyarakat Indonesia dapat menghubungi hotline KBRI Cairo: +20227947200.

Jumat, 28 Januari 2011

Roket Pemrotes ke Kantor Polisi Mesir Meleset ke Pusat Medis

Roket Pemrotes ke Kantor Polisi Mesir Meleset ke Pusat Medis
Polisi anti huru-hara Mesir turun ke jalan Kamis (27/1) malam
Padangnews.com-,KAIRO--Para pemrotes menembakkan dua roket granat ka kantor polisi di kota Sheikh Zuweid, Sinai Utara, pada Kamis, tapi luput dan menghantam pusat kesehatan terdekat, beberapa jam setelah polisi menembak mati seorang pengunjuk rasa, kata perwira keamanan.

Salah satu roket granat luput menghantam beberapa gedung dan mendarat di sebuah ruang kosong, kata perwira itu. Tidak ada laporan segera tentang korban dari pusat medis yang terhantam roket tersebut.

Seorang koresponden AFP melaporkan, para demonstran juga menembakkan sebuah alat peluncur roket granat ke satu kantor polisi tiga kilometer (1,86 mil) dari kota itu, dan menimbulkan kebakaran. Kantor pemeriksaan polisi itu dievakuasi pada hari sebelumnya.

Para demonstran tersebut terdiri atas orang Badui, beberapa di antara mereka bersenjata lengkap dan mengeluhkan diskriminasi yang dilakukan pemerintah. Kerusuhan di Sinai berlangsung sesekali dan terjadi Selasa bertepatan dengan protes antipemerintah secara nasional

Selasa, 25 Januari 2011

Hamas: Mossad di Balik Pemboman Gereja Alexandria

AP
Hamas: Mossad di Balik Pemboman Gereja Alexandria
Serangan bom di Gereja Koptik Alexandria
Padangnews.com-. GAZA--Hamas menyesalkan penyataan Mendagri Mesir yang menuduh kelompok Jaisyul Islam (Army of Islam) di Gaza bertanggung jawab dalam pemboman terhadap gereja Alezandria awal tahun baru lalu. Hamas menegaskan bahwa keamanan Nasional Arab dan Mesir menjadi prioritas gerakan kelompok Islam di Gaza.

Hamas menegaskan bahwa gerakannya dan kelompok-kelompok perjuangan lainnya di Gaza hanya melakukan perlawanan terhadap penjajah Zionis Israel dan tidak akan mengizinkan mengekspor konflik Palestina dengan pihak manapun ke luar dari wilayah Palestina.

Hamas menegaskan bahwa keamanan nasional Arab dan Mesir termasuk daftar prioritas gerakan, karena Hamas menilai bahwa Mesir dan tanah Arab adalah memiliki hubungan strategis yang tidak boleh diganggu.

Hamas menambahkan, “Hubungan kami dengan orang-orang Kristen sepanjang sejarah adalah hubungan baik dan kami tidak ingin mengganggunya. Untuk itu kami mengecam pemboman gereja Alexandria dari awal dan kami sudah menyampaikan bela sungkawa kepada pihak Mesir dan keluarga korban.”

Gerakan Hamas menyatakan, pihaknya sangat yakin bahwa dinas intelijen luar negeri Zionis Israel Mossad berada di belakang kejahatan ini. Hal ini dibuktikan dengan tindakan Israel yang menarget Mesir dan rakyatnya melalui jaringan mata-mata dan kejahatan lainnya.

Di akhir pernyataannya, Hamas menyerukan pemerintah Mesir agar bekerjasama dengan pemerintah Palestina untuk meneliti informasi ini dan untuk memastikan sejauh mana kebernaran berita yang menyebutkan kelompok Jaisyul Islam di Gaza terlibat dalam pemboman tersebut.

Rabu, 12 Januari 2011

Saudi dan Suriah Gagal Perantarai Perjanjian Libanon

Padangnews.com-Arab Saudi dan Suriah telah gagal memerantarai perjanjian yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan politik di Libanon karena pembunuhan pada 2005 atas mantan perdana menteri Rafik al-Hariri, demikian diumumkan oleh politikus Kristen Libanon Michel Aoun, Selasa. Kedua negara itu, yang mendukung dua kamp yang bersaing, telah bekerja sejak Juli lalu untuk menenangkan perselisihan terkait penyelidikan yang didukung PBB terhadap pembunuhan Hariri yang telah melumpuhkan Libanon dan menumbuhkan kembali kekhawatiran akan konflik sektarian.

Satu sumber dalam kelompok yang dipimpin Hizbullah mengatakan gerakan Syiah tersebut dan sekutunya minta agar kabinet bertemu dan menghentikan kerja sama Libanon dengan pengadilan dukungan PBB itu. Sumber kelompok yang membentuk bagian pemerintah yang rapuh itu berbicara setelah pengumuman Aoun. "Jika keputusan itu tidak diambil, kami akan mundur dari pemerintah," kata sumber itu. Hizbullah dan sekutunya akan membutuhkan satu menteri lagi untuk menarik diri guna menjatuhkan pemerintah.

Aoun, sekutu politik Hizbullah, menyatakan prakarsa Saudi dan Suriah "telah berakhir tanpa hasil". Ia menyalahkan para pendukung Perdana Menteri Saad al-Hariri -- putera pemimpin yang dibunuh itu -- karena kebuntuan tersebut. "Tim PM Saad al-Hariri tidak menanggapi upaya (Saudi dan Suriah) dan kita mencapai jalan buntu," ujar Aoun pada konferensi pers yang disiarkan oleh televisi.

Beberapa diplomat memperkirakan sejumlah anggota Hizbullah akan disebutkan namanya dalam rancangan dakwaan, yang penuntut pengadilan itu mungkin akan kirim ke seorang hakim pra-peradilan akhir bulan ini. Hizbullah telah membantah terlibat dalam pemboman 2005 itu. Kelompok Syiah garis keras itu mengecam penyelidikan tersebut sebagai "proyek Israel" dan mendesak Hariri untuk menolak penemuannya.

Delegasi para menteri Hizbullah serta sekutu Syiah dan Kristen-nya telah bertemu dengan Presiden Michel Suleiman untuk membicarakan penemuan "jalan keluar dari krisis itu", kata Aoun. "Kami telah meminta sidang kabinet mendesak untuk mengambil keputusan guna menghentikan dana pengadilan itu dan menarik hakim Libanon serta membatalkan memorandum persefahaman (MoU) dengan pengadilan tersebut," sumber dalam kelompok pimpinan Hizbullah itu mengatakan setelah pembicaraan tersebut.

Pengumuman Aoun tersebut tiba empat hari setelah Saad Hariri, seperti dikutip dalam satu wawancara dengan sebuah surat kabar, mengatakan prakarsa Saudi-Suriah itu "lengkap dan menunggu pelaksanaan", tapi itu akan mendorong Hizbullah dan sekutunya untuk melakukan langkah pertama.

Okab Sakr, seorang politikus yang dekat dengan Hariri, menyatakan belum ada pernyataan dari Arab Saudi atau Suriah mengenai status prakarsa mereka, dan bahwa Hariri dan Sulaiman akan meneruskan upaya "untuk memecahkan krisis itu".

Red: Krisman Purwoko
Sumber: ant/reut

Minggu, 26 Desember 2010

Abbas: Jalur Gaza Siap Kembali Dibangun


Abbas: Jalur Gaza Siap Kembali Dibangun
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas

Padangnews.com-,BETHLEHEM - Presiden Pemerintah Nasional Palestina (PNA), Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa PNA akan siap membangun kembali Jalur Gaza jika gerakan Hamas menyetujui rencana Mesir bagi perdamaian Palestina. Abbas menambahkan bahwa perundingan akan menghasilkan pemerintah mandiri untuk bekerja sama dengan masyarakat dunia dalam membantu Gaza.
"Mereka di sana dan kami di sini, tidak ada yang dapat memengaruhi," kata Abbas mengacu kepada pemimpin Hamas di Gaza dan partai Fatah-nya yang memegang kekuasaan di Tepi Barat.
Tawaran Mesir, yang diikuti serangkaian perundingan antara Hamas dan Fatah di Kairo pada 2009, termasuk rencana mengadakan pemilihan umum di kawasan Palestina untuk mendirikan pemerintah bersatu dan membentuk kembali Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Hamas, yang mengalahkan pasukan pendukung Abbas dan mengambil alih Gaza pada 2007, memiliki sejumlah syarat. Pada saat pertemuan di Damaskus dalam beberapa bulan belakangan, Hamas dan Fatah menyelesaikan sejumlah soal, yang terkemuka, kecuali mengenai keamanan.
Abbas mengatakan perbedaan politik antara Gaza dan Tepi Barat harus diakhiri untuk menyelesaikan pendudukan Israel dengan menggunakan upaya perdamaian. "Kami ingin mencari jalan keluar dengan Israel berdasarkan atas hukum internasional dan kami juga ingin negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya," kata Abbas kepada umat Kristen,yang berkunjung dari Gaza untuk menghadiri perayaan Natal di Bethlehem.

Red: Didi Purw

Fajr, Satelit Mata-mata Iran Siap Meluncur


Fajr, Satelit Mata-mata Iran Siap Meluncur
Satelit/ilustrasi

Padangnews.com-TEHERAN - Iran akan meluncurkan satu satelit pengintai bernama "Fajr" dalam beberapa bulan ke depan, kata Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi dalam satu laporan yang disiarkan kantor berita resmi IRNA.

Vahidi mengatakan republik Islam juga akan menempatkan di angkasa pada saat yang sama sebuah satelit lainnya, Rasad 1 (Observasi), yang peluncurannya semula akan dilakukan Agustus 2010. Iran sedang "membangun satelit-satelit yang berbeda pada akhir tahun (Iran) (Maret 2011), satelit-sateit Fajr dan Rasad akan diluncurkan ke angkasa," kata menteri itu yang dikutip IRNA.

Kantor berita itu melaporkan Fajr (Fajar) adalah satu "satelit pengintai" yang beroperasi dengan menggunakan tenaga surya. "Satelit-satelit ini berbeda dari model-model sebelumnya. Mereka memiliki sistem bahan bakar yang lebih baik dan dapat berada di angkasa dalam waktu yang lebih lama," kata Vahidi.

Ia mengharapkan Rasad 1 akan diserahkan kepada kementerian komunikasi dan peluncuran akan dilakukan pada ulang tahun ke-32 revolusi Islam tahun 1979 yang jatuh pada 11 Februari 2011. Pada Februari 2009, Iran meluncurkan satelit pertama buatan dalam negeri,Omid (Harapan).