Padangnews.com - ini baru keren, seorang Lurh Mampu korupsi Milyaran Rupiah, dengan posisi yang cukuo strategis di edsanya ia mampau meraup uang milyaran rupiah. Lurah Untia Makassar, Ard, mangkir dari pemanggilan penyidik Kejaksaan Negeri Makassar terkait kasus pembebasan tanah kampus Politeknik Ilmu Pelayaran yang diduga merugikan negara Rp 14,5 miliar.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar Amir Syarifuddin, di Makassar, Selasa (27/4/2010) mengatakan, Ard yang akan dimintai keterangan terkait adanya dana Rp 14,5 miliar di rekeningnya itu belum memenuhi panggilan jaksa.
"Hingga Selasa sore Ard belum memenuhi panggilan kita, mungkin saja dia ada kesibukan," katanya.
Dalam jadwal pemanggilan yang dilayangkan penyidik kejaksaan, Lurah Untia Ard bersama bendahara kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Paham dinyatakan sudah menerima surat pemanggilan jaksa untuk melengkapi berkas penyidikan.
Sebelumnya, dalam pembebasan lahan pembangunan kampus PIP Makassar itu, pemerintah pusat menggelontorkan dana proyek sebesar Rp 54 miliar yang diperuntukkan bagi pembebasan lahan seluas 74 hektare.
Di dalam lahan 74 hektare tersebut ada sekitar 14 hektar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Untuk lahan Pemkot Makassar seluas 14 hektare itu, biaya pembebasannya setara dengan Rp 14,5 miliar yang kemudian tersimpan di rekening Lurah Untia, Ard.
Sedangkan sebagian lahan dari 74 hektare itu sudah dibebaskan dan sebanyak 31 warga telah menerima ganti rugi. demikian laporan kompas.com-
Rabu, 28 April 2010
Wah, Di Rekening Lurah Ada 14,5 Miliar
Akan Diperiksa, Sri Mulyani di Amerika
Padangnews.com — Sri Mulyani akansegera di urus oleh KPK. Sri Mulyani akan segera diperiksa terkait skandal Bank Century. tetapai sebelum diperriksa Sri Mulyani telah duluan pergi ke Amerika. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (29/4/2010) pagi. Namun, hingga Selasa (27/4/2010) malam ini, Sri Mulyani Indrawati masih berada di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Kendati demikian, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P Nasution memastikan bahwa jadwal pulang Sri Mulyani ke Tanah Air adalah Rabu (28/4/2010) siang. "Ibu Menteri Keuangan dijadwalkan kembali ke Tanah Air besok," kata Mulia kepada Tribunnews.com, Selasa.
Seperti diketahui, Sri Mulyani berada di Washington untuk menghadiri sidang negara-negara anggota G-20 yang juga diikuti Bank Dunia serta Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Setibanya di Tanah Air, pada hari itu juga Sri Mulyani dijadwalkan akan menghadiri rapat kabinet di Istana Negara.
KPK dalam suratnya meminta Sri Mulyani ke Kantor KPK untuk diperiksa terkait skandal Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Sri Mulyani diperiksa selaku mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang bersama Gubernur Bank Indonesia Boediono (kini Wakil Presiden) melicinkan dana talangan untuk Bank Century. (hasanuddin aco)
Pemberontak Darfur Tolak Hasil Pemilu
Padangnews.com- gerakan pemberontak Darfur menolak hasil pemilu yang di selengarakan oleh genara itu. hal ini tentunya menyulitkan pemerintah untuk melakukan perdmaian lebih lanjut. Ketua juru runding gerakan pemberontak penting wilayah Darfur, Sudan Barat, Selasa (27/4/2010) menolak hasil Pemilu multi-partai pertama negara itu dalam 24 tahun terakhir.
"Sikap kami jelas. Kami menolak Pemilu itu dan hasilnya," tegas Ahmed Tugud Lissan dari Gerakan Keadilan dan Persamaan (JEM).
Perundingan tak langsung antara JEM dan Pemerintah Sudan di ibukota Qatar, Doha, terganggu karena pemilihan presiden, anggota dewan dan daerah tersebut. Pembicaraan itu sedianya dimulai lagi Mei.
"JEM akan menghadapi pemerintah baru itu sebagai ketentuan yang harus diterima, dan bukan sebagai pemerintah yang dipilih oleh rakyat Sudan," katanya.
Presiden Omar al-Bashir yang sempat dituding terlibat kasus kejahatan perang di Darfur, terpilih kembali, Senin, dengan mengantongi 68,24 persen dari suara yang masuk.
Kubu oposisi sendiri memboikot pemilihan presiden itu.
Pada 29 Maret, kurang dari dua pekan sebelum tempat-tempat pemungutan suara dibuka, JEM mengancam untuk mengangkat senjata lagi melawan pemerintah jika perundingan damai dengan Khartoum gagal.
JEM dan pemerintah Sudan Februari lalu telah menandatangani perjanjian kerangka kerja perdamaian di Doha.
Masyarakat internasional memujinya sebagai langkah besar ke depan untuk membawa perdamaian ke Darfur setelah tujuh tahun dilanda perang yang membawa bencana kemanusiaan besar di wilayah itu.
Namun perundingan antara Khartoum dan JEM tidak berjalan mulus. Batas waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan perjanjian perdamaian pada 15 Maret telah lewat tanpa perjanjian.
Darfur adalah wilayah padang pasir gersang seluas Prancis. Sejak 2003, daerah itu dilanda perang saudara. Menurut PBB, jumlah korban tewas akibat perang tersebut mencapai sekitar 300.000 orang.
Sebanyak 2,7 juta orang lainnya terlantar namun perhitungan PBB ini dibantah Pemerintah Sudan yang menyebutkan korban tewas hanya sekitar 10.000 orang. demikin kompas.com melaporkan.
Sabtu, 24 April 2010
Akhirnya Lintar Juara Idola Cilik 3, Selamat!
Termasuk juga Gubernur Sumbar Marlis Rahman, Walikota Padang Fauzi Bahar, Dirut Semen Padang Endang Irzal, istri Mendagri Vita Gamawan Fauzi dan Kepala Dinas Pariwisata James Helliward yang sengaja hadir langsung di tempat acara berlangsung. Mami Lintar dan semua yang hadir di acara tersebut terlihat tegang.
Lintar terlihat sangat tenang saat Oki Lukman mengulur-ulur pengumuman. "Saat grandfinal beberapa waktu lalu. Rio tampil all out dan Lintar penampilan kamu sangat luar biasaaaaa..., "ungkap Oki Lukman.
Beberapa saat setelah itu, Oki Lukman mengatakan bahwa pemenang Idola Cilik 3 ini adalah pilihan semua sobat cilik Indonesia.
"Pemenangnya adalah...pemenangnya adalah...Lintar dari Padang, "ungkap Oki.
Sesaat setelah namanya diumumkan Lintar langsung memeluk Rio sahabatnya. Tampak dilayar televisi Mami Lintar dipeluk oleh para pendukungnya. Marlis Rahman, Fauzi Bahar, James Hellyward dan Vita Gamawan bersalaman atas kemenangan Lintar, siswa SD Adabiah Padang itu.
Selain penampilan yang luar biasa, Lintar juga menang tipis atas perolehan kiriman SMS. Lintar mendapat 50,51 persen dan Rio 49,69 persen. Lintar berhak mendapat hadiah Rp50 juta dan piala dari panitia. Demikian laporan padang today.com(*)
Lintar Juara Idola Cilik 3

Padangnew.com akhirnya perjuangan Lintar untuk menjadi juara idola cilik 3 RCTi tercapai sudah. setelah tampil all out hari ini(24/04/2010) dI Jakarta. dengan perolehan SMS 50% lebih mengungguli RIo dari Makasr yang memperoleh SMs 49% lebih sedikit. Lintar berhak membawa uang tabanas sebesar 50, juta rupiah. selamat Lintar semoga prestasi tersebut tidak membuatmu berhenti untuk terus mendulang prestasi di masa datang.
Polisi Panggil Jaksa Peneliti Kasus Gayus
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Marwan Effendy, Jumat (23/4) di Jakarta, membenarkan bahwa dua jaksa yang dipanggil itu berinisial CSN dan FR. ”Ya, mereka akan diperiksa setelah ada izin dari Jaksa Agung,” katanya di Kejaksaan Agung.
Secara terpisah, Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mengungkapkan, MA menjatuhkan sanksi kepada panitera pengganti dalam perkara Gayus di Pengadilan Negeri Tangerang, Ikat. Ikat dicopot dari jabatannya.
Wakil Kepala Divisi Humas Polri Komisaris Besar Zainuri Lubis, Jumat di Jakarta, menuturkan, Mabes Polri tak hanya mengirimkan surat permohonan izin kepada Kejaksaan Agung, tetapi juga kepada MA. Selain dua jaksa, polisi juga akan memeriksa hakim dan panitera yang menangani perkara Gayus tahun 2009. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan praktik mafia hukum.
Zainuri mengatakan, Tim Independen Polri berkomitmen mengusut tuntas kasus itu. Sejauh ini ada delapan tersangka dalam perkara dugaan mafia hukum dalam kasus Gayus.
CSN adalah jaksa Cirus Sinaga, Ketua Tim Jaksa Peneliti. Dia dijatuhi hukuman disiplin berat, yaitu dicopot dari jabatannya. FR adalah Fadil Regan yang juga dijatuhi hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah. Hukuman itu dirumuskan dari hasil pemeriksaan Bidang Pengawasan yang disetujui Jaksa Agung.
Pasal 8 Ayat (5) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan menyatakan, dalam hal melaksanakan tugas, jaksa diduga melakukan tindak pidana, pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan terhadap yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung.
Soal kemungkinan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung menyelidiki dugaan aliran dana dari Gayus Tambunan, bekas pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, pada jaksa yang menangani perkara itu, Marwan menjawab, ”Tidak. Itu yang menyidik tim independen.” Ia menambahkan, sementara ini belum ada aliran dana ke jaksa. Namun, aliran dana tidak semua lewat rekening.
Sampai saat ini, 12 jaksa yang terkait perkara Gayus, yang diputuskan bebas di Pengadilan Negeri Tangerang, dijatuhi sanksi disiplin sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kamal Sofyan, yang mengetahui kasus itu, dikenai sanksi teguran tertulis.
Wakil Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho berpendapat, kemungkinan terjadinya permainan uang dalam perkara Gayus yang melibatkan dana puluhan miliar rupiah sangat besar. Karena itu, penyidik Polri lebih agresif.
Terkait Cirus Sinaga yang belum melaporkan harta kekayaannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memintanya. ”KPK tengah mengevaluasi jaksa yang belum melaporkan harta kekayaannya,” kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin.
Ketua Pelaksana Harian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Hasril Hertanto meminta polisi segera memeriksa hakim Muhtadi Asnun, yang menangani kasus Gayus. Asnun yang mengaku menerima Rp 50 juta dari Gayus akan memudahkan polisi untuk membongkar kasus itu lebih jauh.
154.079 Siswa Tidak Lulus UN
Padangnews,com-Dari 1.522.162 peserta ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan madrasah aliyah, sebanyak 154.079 siswa di antaranya, atau sekitar 10,12 persen tidak lulus. Siswa-siswa tersebut harus mengikuti ujian nasional ulangan yang akan diselenggarakan pada 10-14 Mei 2010.
Secara nasional tingkat kelulusan ujian nasional tingkat SMA dan MA menurun dibandingkan tahun 2009. Tahun 2009, tingkat kelulusan ujian nasional SMA/ MA 95,05 persen, sedangkan tahun ini 89,61 persen.
”Tidak usah panik karena masih ada kesempatan sekali lagi. Yang penting siapkan ujian nasional (UN) ulangan dengan baik. Sekolah juga harus segera mempersiapkan pelaksanaan ujian nasional ulangan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat mengumumkan hasil ujian nasional, Jumat (23/4) di Jakarta.
Dari data hasil ujian nasional tahun 2010, jumlah paling banyak siswa yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian nasional ulangan ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (23,7 persen), Kalimantan Tengah (39 persen), Kalimantan Timur (30,53 persen), Nusa Tenggara Timur (52,08 persen), dan Gorontalo (46,22 persen). Adapun persentase siswa yang paling banyak lulus ada di Bali (97,18 persen), Jawa Barat (97,03 persen), Jawa Timur (96,69 persen), dan Sumatera Utara (95,85 persen).
Meskipun terjadi penurunan tingkat kelulusan, kata Nuh, terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 7,25 pada 2009 menjadi 7,29 pada tahun ini. ”Siswa yang mengulang itu berpotensi besar lulus karena mayoritas siswa yang harus mengulang (99.433 siswa) tidak lulus hanya pada satu mata pelajaran yang diujikan,” ujarnya.
Nuh mengatakan, hasil ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan siswa dari SMA/MA karena hasil ujian nasional akan diserahkan kepada guru dan sekolah masing-masing untuk diolah kembali atau disatukan dengan ujian sekolah. Namun, jika masih ada siswa yang tidak lulus dan kemudian stres, sekolah diminta untuk mengaktifkan layanan konsultasi psikologi apabila dibutuhkan.
”Kelulusan siswa ditentukan satuan pendidikan masing-masing. Siswa yang dinyatakan lulus berarti sudah rampung seluruh program pendidikan, lulus aspek akhlak dan kepribadian, lulus mata pelajaran yang diujikan sekolah, dan lulus ujian nasional,” kata Nuh.
Dari hasil analisis Kementerian Pendidikan Nasional, kata Nuh, faktor utama yang menyebabkan turunnya tingkat kelulusan ujian nasional adalah karena pengawasan yang diperketat. ”Tetapi, jangan diterjemahkan pelaksanaan ujian nasional dulu tidak diawasi ketat. Hasil ujian nasional ini membuktikan banyak daerah yang kini semakin mengutamakan kejujuran,” ujarnya.
Said: Ada yang Tidak Puas, Hal Biasa
Padangnews.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memahami jika ada pihak yang tak puas dengan susunan kepengurusan PBNU periode 2010-2015 dan menganggapnya sebagai hal yang biasa. "Kalau ada yang tidak puas itu sudah biasa. Paling 2-3 bulan sudah normal lagi, apalagi jika kami menunjukkan kinerja yang baik," katanya di Jakarta, Jumat (23/4/2010).
Menurut Said Aqil, berbagai reaksi yang muncul setelah susunan PBNU diumumkan pada Senin (19/4/2010) masih dalam batas wajar. Pro-kontra susunan PBNU hampir selalu terjadi setiap habis muktamar.
Ia mencoba berprasangka baik bahwa semua pihak tentu menginginkan yang terbaik bagi NU ke depan, tak terkecuali pihak yang mempermasalahkan susunan PBNU tersebut. "Dari muktamar ke muktamar pasti ada yang begitu, dan itu tidak akan lama," kata Said Aqil.
Menurutnya, hampir semua kalangan memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Muktamar Ke-32 NU di Makassar, Maret lalu. "Beberapa kalangan menilai NU itu aneh, namun patut diapresiasi. Organisasi ulama kok ketuanya dipilih langsung oleh muktamirin, bukan ditunjuk saja. Ini tidak umum dan berisiko, tapi ternyata NU bisa dan muktamar berjalan lancar," katanya. demikian kompas.com melaporkan.
Rabu, 21 April 2010
Kejaksaan Agung Cek Rumah Rp 4 Miliar Milik Cirus
Padangnews.com-Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Hamzah Tadja (kiri) dan Kapuspenkum Kejagung, Didiek Darmanto memberi keterangan pers di Jakarta, Kamis(8/4). Jaksa Cirus Sinaga akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah terkait perkara Gayus Tambunan. TEMPO/Dwianto Wibowo
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kejaksaan Agung berjanji akan mengecek keberadaan rumah mewah seharga Rp4 miliar yang diduga milik Jaksa Cirus Sinaga di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara.
"Informasi itu akan kita tindak lanjuti, dan memerintahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan (untuk mengecek kebenaran informasi itu)," kata Wakil Jaksa Agung (Waja), Darmono, seusai acara pelantikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Kejaksaan Tinggi Maluku, di Jakarta, Rabu.
Cirus Sinaga dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah karena tidak cermat dalam menangani perkara pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Gayus HP Tambunan.
Cirus Sinaga, SH diduga memiliki sebuah rumah mewah di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota.
Dari informasi yang berkembang di lingkungan Kejagung, Cirus Sinaga diduga memiliki sebuah rumah mewah di kawasan Jakarta Selatan yang harganya sekitar Rp2 miliar di kawasan Jakarta Selatan.
Rumah itu dibeli dari salah seorang pengacara, dan pengacara itu mengaku yang membeli rumah itu adalah pengusaha pisang.
Berdasarkan investigasi di Medan, Minggu (18/4), rumah mewah yang disebutkan milik Cirus Sinaga itu berada berdekatan dengan Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI).
Salah seorang warga Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I yang mengaku bernama Boru Manurung mengakui rumah tersebut milik Cirus Sinaga, yang juga mantan Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam.
"Hampir semua orang di sekitar sini tahu itu rumah Cirus Sinaga," kata Boru Manurung.
Namun, kata dia, warga di sekitar Jalan Busi itu jarang melihat Cirus Sinaga berada di rumah tersebut karena hanya ditempati keluarganya. "Dia jarang kelihatan di situ," katanya.
ANT
Komisi Pemberantasan Korupsi Dikirimi Paket Santet
Padangnews.com-- -Macam-macam cara orang melemahkan pemberantasan korupsi. Selain lewat jalur politik atau hukum, sogokan duit kerap jadi jalan. Bila mentok atau sulit menyogok, cara gaib pun ditempuh asal kasus tak disentuh.
Dua benda yang dianggap mengandung kekuatan mistis ditemukan pagi tadi di halaman Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat ditemukan petugas keamanan, keduanya terkubur dalam gundukan kecil di taman kecil depan gedung KPK, sebelah gerbang masuk.
Benda pertama, rajah di atas kulit kambing berukuran 10 centimeter persegi. Tak begitu jelas huruf Arab yang tertera di sana. Huruf-huruf itu yang sepertinya ditulis dengan spidol merah itu mulai tampak luntur.
Benda kedua tak diketahui isinya. Dibungkus wadah sebesar tempat balsem plastik, benda itu memancarkan bau kembang. Wartawan menebak isinya adalah kemenyan.
Menurut juru bicara KPK, Johan Budi SP, petugas keamanan yang rutin menyisir halaman gedung sedikitnya menemukan 10 benda serupa selama bulan-bulan terakhir. “Kalau taburan garam lebih banyak ditemukan,” katanya.
Siapa orang yang menanam benda-benda itu? Tidak jelas. KPK, kata Johan, tak akan mengusut siapa pelakunya. “Toh, pimpinan KPK juga sehat-sehat saja,” ujarnya. “Semoga itu bukan guna-guna.”/tempo interktif
ANTON SEPTIAN