Sabtu, 12 Februari 2011

Islam tak Akan Ganggu Ahmadiyah, Kalau Ahmadiyah Jadi Agama Sendiri

Antara

Islam tak Akan Ganggu Ahmadiyah, Kalau Ahmadiyah Jadi Agama Sendiri
Padangnews.com-Ahmadiyah, ilustrasi

PANDEGLANG-- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Ahmad Dimyati Natakusumah, mengatakan, solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah Ahmadiyah, yakni organisasi tersebut dibubarkan atau menjadi agama sendiri lepas dari simbol Islam.

"Saya kira hanya itu solusinya, kalau mereka masih tetap bertahan tidak mau kembali ke Islam yang benar, maka pemerintah harus tegas membubarkan Ahmadiyah atau menjadikannya sebagai agama sendiri, dan melepaskan simbol Islam," katanya ketika dikonfirmasi, Jumat.

Menurut politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu, Ahmadiyah sudah jelas menyimpang dari ajaran Islam, maka tidak seharusnya menyandang simbol Islam.

"Dalam Islam sudah jelas Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir dan Al Quran merupakan kitab sucinya, sedangkan Ahmadiyah mengaku Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan memiliki kitab sendiri," katanya.

Pengakuan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir dalam Islam, kata dia, mutlak dan itu merupakan prinsip yang harus dipegang dan "diimani" oleh seluruh umat Islam. "Kalau ada umat Islam meyakini ada Nabi setelah Muhammad SAW, maka dia sudah sasar atau menyimpang, dan kalangan jamaah Ahmadiyah melakukan itu," katanya.

Dimyati juga mengaku, khawatir kekerasan dan bentrokan seperti yang terjadi di Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, akan terus terjadi, jika Ahmadiyah masih tetap mengaku sebagai umat Islam. Karena itu, lanjut dia, jika anggota jamaah Ahmadiyah ingin hidup tentram dan bisa dengan tenang melaksanakan ajarannya, maka mereka harus bersedia menjadi agama sendiri serta melepaskan simbol Islam.

Pada dasarnya, kata dia, umat Muslim cinta damai dan menentang kekerasan serta senantiasa menjunjung tinggi tolerensi antar umat beragama. Namun, kondisinya akan berbeda jika ada pihak lain yang mengaku Islam, tapi ajarannya menyimpang dari syariat Islam.

"Saya sangat yakin, kalau Ahmadiyah tidak mengkau sebagai Islam, tidak akan ada golongan umat Islam yang mengganggunya," katanya. Mantan Bupati Pandeglang itu juga mengaku prihatin dengan bentrokan yang terjadi antara anggota jamaah Ahmadiyah dengan warga di Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik pada Ahad (6/2) yang menimbulkan tiga korban jiwa.

Red: Stevy Maradona
Sumber: Antara

Analis: Mundurnya Mubarak akan Pengaruhi Peta Politik Timur Tengah

AP
Analis: Mundurnya Mubarak akan Pengaruhi Peta Politik Timur Tengah
Padangnews.com-Jutaan warga Kairo berkumpul di Tahrir Square menuntut Presiden Mubarak mundur.

, DUBAI - Kurang dari sebulan setelah dunia menyaksikan Tunisia merayakan runtuhnya kediktatoran di negaranya, sejarah mencatat, Presiden Hosni Mubarak pun ikut terdepak akibat tuntutan tak terbendung rakyatnya.

Kejatuhan Mubarak - salah satu andalan politik Timur Tengah dan kebijakan Barat di kawasan selama hampir tiga dekade - dipandang banyak kalangan akan mengubah peta politik Timur Tengah.

"Mesir akan memiliki dampak, besar besar di negara-negara di sekitarnya," kata Salman Sheik, direktur The Brookings Doha Center di Qatar. "Hal ini bisa terjadi di mana saja. Akibat nyatanya adalah reformasi pasti akan datang di negara dimana rakyatnya merasa tertekan."

Namun, katanya, tak ada jaminan bahwa gelombang reformasi akan di negara lain segera. Sebuah usaha untuk membangkitkan protes serupa Mesir di Suriah awal bulan ini padam oleh pasukan keamanan.

Beberapa negara Timur Tengah belajar banyak dari kasus mesir. Perdana menteri baru Yordania, Marouf Bakhit, misalnya, berjanji untuk melanjutkan reformasi politik yang dituntut oleh pengunjuk rasa yang memaksa Raja Abdullah II untuk me-reshuffle kabinet. Pekan lalu, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh - sekutu utama AS lainnya di Timur Tengah selama lebih dari tiga dekade - tunduk pada tekanan dari pemrotes dan mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri kembali pemilu tahun 2013 dan tidak akan mewariskan kekuasaan kepada anaknya.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Reuters

Dia Kronologi Pengunduran Diri Mubarak

Ini Dia Kronologi Pengunduran Diri Mubarak


Padangnews.com-Rakyat Mesir larut dalam kegembiraan di Lapangan Tahrir

KAIRO-Berikut kronologi menjelang runtuhnya rezim Hosni Mubarak yang telah berkuasa 30 tahun:

14 Jan

-Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali lari ke Arab Saudi menyusul bentrokan antara demonstran dan aparat selama berhari-hari yang menewaskan puluhan orang.

25 Jan

-Terinspirasi kejatuhan Presiden Ben Ali di Tunisia, ribuan rakyat Mesir menuntut diakhirinya kekuasaan Presiden Mubarak. Terjadi bentrokan demonstran dengan polisi.

26 Jan

-Polisi bentrok dengan ribuan demonstran yang melanggar larangan demonstrasi

27 jan

-Mohamad ElBaradei, mantan ketua Badan Energi Atom Internasional yang juga dikenal pengritik Mubarak, tiba di Kairo untuk bergabung dengan demonstran

28 jan

-Sekurangnya 24 orang tewas dalam bentrokan di seluruh Mesir. Mubarak memperpanjang jam malam ke seluruh kota di Mesir

-Mubarak memerintahkan tentara dan tank turun ke jalan untuk menghadang demonstran. Namun, demonstran malah menyambut tentara yang dianggap netral, tidak seperti polisi yang dikerahkan sebelumnya.

29 Jan

-Mubarak menyatakan merombak kabinet dan menolak mundur. Protes kembali membanjiri Lapangan Tahrir usai pernyataan Mubarak.

-Mubarak menunjuk kepada badan intelijen Omar Suleiman sebagai wapres.

-Ribuan demonstran turun ke jalan saat jam malam dimulai. Warga berjaga-jaga terhadap penjarahan.

31 Jan

-Militer mengatakan tak akan menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Militer mengatakan kebebasan berekspresi dengan damai dijamin bagi semua warga negara

-Mubarak melantik cabinet baru. Suleiman mengatakan memintanya memulai dialog dengan semua kekuatan politik.

-Ribuan demonstran berkumpul dengan sendirinya di Lapangan Tahrir saat jam malam, menunut Mubarak mundur.

1 Feb

-Mubarak di televisi mengatakan tak akan turun dari jabatan, dan baru akan turun jika masa jabatan berakhir pada September. Ia juga menawarkan konsesi.

-sekitar sejuta rakyat berdemo di seluruh negeri meminta Mubarak mundur secepatnya.

2 Feb

-Militer meminta demonstran untuk meninggalkan jalanan dan jam malam dilonggarkan.

-Pecah bentrokan antara kelompok pendukung Mubarak dan massa demonstran di Lapangan Tahrir, namun militer diam saja.

-Mubarak menolak permintaan AS dan Eropa agar transisi politik dilakukan segera.

3 Feb

-Sejumlah tembakan dilepaskan kepada demonstran di Kairo, sekitar 10 tewas. PBB memperkirakan 300 telah tewas sepanjang gelombang demonstrasi.

4 Feb

-Ribuan berkumpul di Lapangan Tahrir untuk mendesak diakhirinya rezim Mubarak. Aksi ini dinamai ‘Hari Keberangkatan’.

5 Feb

-Anak Mubarak, Gamal, mundur sebagai pimpinan partai berkuasa Mesir.

6 Feb

-Kelompok oposisi, termasuk Ikhwanul Muslimin, melakukan pertemuan dengan Wapres Suleiman. Oposisi mengatakan tuntutan utama mereka tak dipenuhi, yakni Mubarak mundur. Kedua pihak sepakat untuk terus melakukan pertemuan dan sebuah komite dibentuk untuk mengkaji konstitusi.

-Bank kembali dibuka usai ditutup selama sepekan

-Ribuan berkumpul di Lapangan Tahrir untuk berdoa bagi para martir

7 Feb

-Kantor berita MENA melaporkan Mubarak membentuk dua komite untuk mengkaji amandemen konstitusi

-Pemimpin oposisi mengatakan pembicaraan dengan pemerintah tak ada kemajuan

8 Feb

-Rakyat Mesir menggelar demonstrasi terbesar

-Wapres Suleiman mengatakan pihaknya punya jadwal untuk transfer kekuasaan secara damai. Ia menjanjikan tak ada tindak represi terhadap demonstran. Ia memperingatkan militer akan melakukan kudeta jika demonstrasi tak juga diakhiri.

9 Feb

-Empat tewas dalam bentrokan antara aparat dan 3000 demonstran di Provinsi New Valley, selatan Kairo

10 Feb

-Militer membuat pernyataan yang mengindikasikan akan melakukan kudeta dan menyingkirkan Mubarak

-Mubarak diprediksi akan menyatakan mundur hari itu juga

-Mubarak menyampaikan pidato yang menegaskan tetap bertahan dan mendelegasikan kekuasaan eksekutif kepada Suleiman.

-Demonstran marah dan meningkatkan tekanan terhadap Mubarak. Aksi demonstrasi meningkat.

-Militer menyatakan mendukung rencana Mubarak

11 Feb

-Mubarak mundur dan menyerahkan wewenang kepada militer

-Suleiman mengatakan Dewan Militer akan memegang kendali atas Mesir

-Rakyat Mesir larut dalam kegembiraan

Red: Johar Arif
Sumber: Reuters

Kapolres Temanggung Dicopot

Kapolres Temanggung Dicopot


Irjen Edward Aritonang

Padangnews.com-,TEMANGGUNG - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Edward Aritonang, akhirnya mencopot Kapolres Temanggung, AKBP Antoni Agustinus Koylal, menyusul aksi kerusuhana Temanggung. Antoni digantikan oleh AKBP Kukuh Kalis yang semula menjabat sebagai Kapolres Rembang.

Sertijab dilakukan pada Jum’at (11/2) malam di Mapolres setempat secara tertutup. Antoni selanjutnya ditarik ke Polda Jateng.

Pencopotan Antoni diperkirakan terkait kerusuhan yang melanda Temanggung beberapa waktu lalu. Beberapa saat sebelum upacara sertijab, tampak hadir seluruh kapolsek dan sejumlah perwira Polda Jateng. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Kapolda Jateng Irjen Edward Aritonang.

Menurut seorang perwira yang enggan disebut namanya, pencopotan Antoni ini sebagai buntut penannganan kerusuhan yang dinilai gagal. Sebelumnya, sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menuntut Kapolri agar mencopot Kapolda Jateng dan Kapolres Temanggung. Hal ini terkait penanganan kerusuhan di Kota Temanggung.

Red: Didi Purwadi

Rabu, 09 Februari 2011

Islam Naik Daun di Kalangan Etnis Latin di Amerika Serikat


Islam Naik Daun di Kalangan Etnis Latin di Amerika Serikat
Padangnews.com- NEW JERSEY - Pada suatu hari musim panas tahun lalu, Stefani Perada, gadis keturunan Latin (hispanik), tampil beda. Tak seperti teman-temannya yang memakai baju potongan pendek demi menghindari hawa panas, perempuan pekerja di West New York, NJ, ini justru mengenakan baju panjang, plus penutup kepala. Ya, dia memutuskan berjilbab setelah bersyahadat beberapa waktu sebelumnya.


Perada, 19, yang masuk Islam lebih dari setahun yang lalu, masih berusaha untuk menyesuaikan diri kepada kebiasaan tertentu. Berjilbab di musim panas, bukan tanpa tantangan baginya.

"Saya masih mempertimbangkan bagaimana teman dan keluarga akan melihat saya," katanya. "Mereka melihat kita seperti," Mengapa dia mengenakan itu, bukankah begitu panas'."

Tapi, katanya, ia beranikan diri untuk berubah. "Saya melakukan ini untuk Tuhan, dan suatu hari saya akan diberi imbalan atas apa yang saya lakukan."

Ada keuntungan langsung mengenakan jilbab, katanya. "Tidak dilecehkan oleh laki-laki sebanyak ketika sebelum berjilbab saat berjalan di jalan."

Perada tidak sendirian sebagai perempuan Hispanik yang menjadi mualaf. Jumlahnya kini cukup banyak, namun tak ada angka resmi yang menyebutkan. Pasalnya, Biro Sensus Amerika Serikat tidak mengumpulkan informasi tentang agama.

Namun, menurut perkiraan yang dilakukan oleh organisasi Islam nasional seperti Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) dan Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) kini ada sekitar 40 ribu Latino Muslim di Amerika Serikat.

Demikian juga, sulit untuk mengetahui berapa jumlah pria dan wanita Latin yang kini menjadi mualaf. Tapi, menurut survei yang dilakukan oleh Latino American Dawah Organization (LADO), yang misinya adalah untuk mempromosikan Islam dalam komunitas Latin di Amerika Serikat, jumlah Latino yang memeluk Islam sedikit lebih banyak kaum perempuan dibanding laki-laki, dengan persentase 60:40.

Juan Galvan, kepala LADO di Texas dan salah satu penulis laporan "Muslim Latino: The Mengubah Wajah Islam di Amerika," menjelaskan bahwa angka-angka itu tidak ilmiah, namun berdasarkan hasil survei sukarela yang telah dilakukan di situs LADO sejak tahun 2001.

"Dari pengamatan dan pengalaman angka-angka tersebut benar," kata Galvan. "Dari pengalaman pribadi saya, ada pasti lebih Latina Muslim daripada pria Latino."


Di banyak masjid di AS, etnis Latin mendominasi. Di Islamic Education Center of North Hudson misalnya, dari 300 orang yang beryshadat menjadi Muslim tahun lalu, 80 persennya adalah etnis Latin.

Secara keseluruhan, kata Peter AWN, seorang profesor studi Islam di Universitas Columbia, tidak ada keraguan bahwa jumlah mualaf Latin sedang berkembang.

Louis Cristillo, seorang antropolog yang berfokus pada pendidikan Islam di Columbia University, menunjukkan ada beberapa indikator yang mencerminkan tren pertumbuhan Latin memeluk Islam.

Sebagai contoh, ada sejumlah organisasi regional dan nasional yang melayani Latino Muslim, dan bahkan ada kelompok-kelompok pendukung yang dapat ditemukan di dunia maya khusus untuk Latino yang ingin bertobat. Ia menyebut satu contohnya, yaitu www.hispanicmuslims.com dan latinodawah. org.

Bahkan, akhir pekan lalu, Latino Muslim di negara ini merayakan tahunan ketiga Hispanic Muslim Day dengan kegiatan yang berbeda sepanjang hari.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: LADO

1.250 Babinsa Sulselbar Dibekali Kondom

Padangnews.com-MAMUJU - Komandan Korem (Danrem) Komando Resor Militer (Korem) 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag), Kolonel Inf Lodewyk Pusung, menyebutkan, sebanyak 1.250 Babinsa yang tersebar di wilayah Sulasewsi Selatan dan Barat (Sulselbar) dibekali kondom.
Pemberian kondom tersebut dimaksudkan untuk mensukseskan program pengendalian penduduk di Indonesia.

"Untuk wilayah kerja di Sulselbar kami memiliki sebanyak 1.250 personil Babinsa. Mereka dibekali kondom dan diberikan pemahaman program Keluarga Berencana (KB) guna mensosialisasikan kepada masyarakat," kata Danrem Tatag, pada acara pembukaan rapat kerja daerah BKKBN Sulbar yang dilaksanakan di Hotel D Maleo, Mamuju.

Menurutnya, pada masa Orde Baru gaung program KB berhasil dalam mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia, namun program KB dihapuskan pada masa era reformasi dan saat ini kembali digelorakan oleh pemerintah pusat untuk menghindari terjadinya ledakan penduduk.

"TNI sebagai mitra BKKBN dalam mengendalikan penduduk bukan hal yang pertama dilaksanakan, namun kerjasama itu telah terjalin sejak zaman orde lama. Beberapa tahun terakhir ini program KB kembali digemakan oleh pemerintah pusat dengan tujuan agar tidak terjadi penambahan penduduk yang tidak berkualitas," katanya. Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

TKW Diberhentikan Gara-gara Foto Mubarak Dinjak-injak Pendemo di Indonesia

Padangnews.com-KAIRO--Tri Mulyati, seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris untuk anak-anak kehilangan pekerjaan akibat foto Presiden Mesir Hosni Mubarak dilecehkan oleh pendemo di Indonesia. "Saya diberhentikan dan disuruh pulang oleh majikan karena foto Presiden Mubarak diinjak-injak oleh pelaku demonstrasi di Indonesia," kata Tri kepada ANTARA di Kairo lewat sambungan telepon, Selasa.

Ketika dihubungi, Tri sedang mengurus pendaftaran keberangkatannya ke Indonesia di posko evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Konsulat RI di Madinat Nasr, Kairo. Guru bahasa Inggris asal Lampung itu mengaku melihat sendiri pelecehan foto Mubarak dalam unjuk rasa di Indonesia yang ditayangkan oleh jaringan televisi Al-Jazeera. "Saya dipanggil majikan untuk melihat sendiri tayangan di televisi menyangkut pelecehan terhadap Presiden Mubarak," katanya.

Majikannya dengan wajah kesal mengatakan, "Waduh, lihat itu, Tri, orang Indonesia menginjak presiden kami, tega benar. Saya benci melihat orang Indonesia." Menurut Tri, majikannya tersebut bersuami seorang mantan gubernur di salah satu provinsi di Mesir dan kini menjadi pengusaha. "Majikan saya sangat menghormati Presiden Mubarak," tuturnya.

Tri mengungkapkan bahwa selain dia, beberapa TKW juga mengalami nasib kehilangan pekerjaan serupa akibat majikan mereka kesal dengan sikap tidak simpatik segelintir orang Indonesia terhadap pemimpin Mesir tersebut. Ia menuturkan, majikannya mempercayai dia karena anak-anaknya berprestasi di sekolah berkat didikan Tri.

Bahkan, Tri diberi kepercayaan untuk mewakili majikannya untuk mengurus anak-anaknya di sekolah seperti mengambil paspor atau ada acara ekstrakurikuler. Tri juga diberi kamar khusus untuk menginap selain honor 650 dolar AS atau sekitar Rp5,6 juta per bulan.

Bila anak-anak libur sekolah, maka Tri pun libur dan diizinkan pulang ke rumah suaminya, seorang WNI yang juga bermukim di Mesir. "Saya sudah dua tahun bekerja di keluarga tersebut. Majikan saya baik," katanya.

Selain Tri sebagai guru bahasa Inggris untuk dua anak kembar majikan, ada pula beberapa orang asing dari Nigeria dan Ethiopia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, ujar Tri yang berpenampilan perempuan terpelajar itu. Red: Krisman Purwoko
Sumber: antara

Senin, 07 Februari 2011

Gabung LPI, Persik Menjadi Kediri United dan Bentuk PT

Gabung LPI, Persik Menjadi Kediri United dan Bentuk PT


Persik Kediri

Padangnews.com-,Manajer Persik Kediri Sunardi mengakui pihaknya tengah mengurus persyaratan untuk bergabung dengan kompetisi yang bertajuk Liga Primer Indonesia (LPI). Persik dipastikan bakal menggunakan nama Kediri United. "Persyaratan utama ikut LPI adalah bentuk PT (Perseoan Terbatas). Manajemen tengah mengupayakan syarat itu," kata Sunardi kepada GOAL.com Indonesia, Minggu (6/2).

Kendati manajemen sudah bertekad bulat memboyong tim berjuluk Macan Putih ke liga tandingan PSSI, namun sampai saat ini Persik belum mengundurkan dari dari Divisi Utama. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT BISI Internasional Tbk Kediri itu mengakui, sejak ikut Superliga Indonesia musim 2008/09 silam, Persik belum berbadan hukum.

Untuk merealisasikan keinginannya bergabung dengan LPI, Sunardi menambahkan, manajemen telah mengirimkan berkas-berkas persyaratan lain. Bahkan, kata Sunardi, tim dari LPI sedang memverifikasinya.

"Tim dari LPI sudah datang ke Kediri. Selain melakukan verifikasi persyarakatan, mereka sempat melihat Stadion Brawijaya, untuk menggelar pertandingan apabila Persik sudah resmi bergabung," tandas Sunardi.

Bergabung dengan LPI, kata Sunardi, adalah keharusan bagi Persik. Sebab, mulai tahun 2012 mendatang, Persik bakal terlepas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai sumber dana utama, dan menjadi klub sepakbola profesional.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: goal.com

Senin Hitam, Ratusan Orang Geruduk Istana Siang Ini




"Aksi ini bersifat terbuka," kata Tunggal Palestri, juru bicara Jaringan Aktivis Perempuan dan HAM untuk Keadilan, elemen yang memayungi aksi, kepada detikcom, Senin (7/2/2011).

Tunggal mengatakan, aksi yang akan digelar pukul 12.00 WIB ini, akan diisi orasi. Sejumlah tokoh seperti anggota DPR Eva Kusuma Sundari dan keluarga Gus Dur akan hadir dalam aksi tersebut.

Tunggal berpendapat, penyerangan jamaah Ahmadiyah di Pandeglang sudah bisa disebut sebagai pembataian karena jumlah penyerang tidak seimbang dengan yang diserang. "Kalau bentrok itu imbang, ini sudah bisa dikatakan pembataian," ujarnya.

Kepada Presiden SBY, kata Tunggal, pihaknya tidak akan menunggu pernyataan kepala negara kecuali itu adalah permintaan maaf. "Kami sudah bosan dengan pernyataan keprihatinan," katanya. (lrn/fjr)

KPK Sudah Siapkan Langkah untuk Periksa Nunun


Padangnews.com-Jakarta - Fahmi Idris mengklaim memiliki bukti keberadaan saksi kunci kasus Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaetie di luar negeri selama Februari hingga Juni 2010. Pihak KPK tidak kaget dengan data Fahmi tersebut karena telah memiliki langkah tersendiri untuk dapat memeriksa Nunun.

"Tim KPK sudah memikirkan itu, tapi tentunya apa yang harus dilakukan KPK belum bisa menjadi konsumsi publik," ujar Pimpinan KPK M Jasin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/2/2011).

Wakil ketua KPK Bidang Pencegahan ini mengatakan, informasi seperti yang diberikan oleh Fahmi sudah sering diterima KPK. Namun sekali lagi, Jasin menolak membeberkan terobosan apa yang akan dilakukan KPK untuk dapat menemukan dan memeriksa Nunun.

"Kalau informasi semacam yang diberikan oleh pak Fahmi Idris itu bukan pertama kali yang diterima oleh KPK. Kasus ini belum selesai, oleh karena itu masyarakat hendaknya bersabar sedikit," papar Jasin.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam jumpa pers yang digelar Fahmi Idris di kediamannya di Jl Mampang Prapatan IV No 20, Jakarta Selatan, Minggu (6/2/2011), Fahmi menunjukkan bukti paspor Nunun yang berada dalam bentuk gambar dan tersimpan di dalam ponselnya.

"Ini dapat dari teman saya, saya khawatir Nunun akan ganti nama. Imigrasi harus waspada dan berkoordinasi dengan imigrasi Thailand. Dari sini sudah ketahuan bahwa Nunun bermaksud menghindar," kata Fahmi seraya menunjukan foto paspor yang tercantum atas nama Nunun Nurbaeti.

Nunun Nurbaeti adalah orang yang disinyalir sebagai penyebar cek pelawat terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Namun sampai saat ini dia tak juga dapat dihadirkan ke hadapan penyidik KPK dengan alasan sakit lupa akut.

Karena melayangkan izin sakit tiap kali absen menjalani pemeriksaan, KPK selalu dapat memaklumi absennya Nunun, meski keberadaanya juga belum dapat diketahui secara pasti.

(fjr/lrn)