skip to main | skip to sidebar

Padang News.Com

News Online dari Padang

  • Home
  • Utama   ↓
    • Dunia Islam  »
      • Islam Afrika
      • Islam Amerika
      • Islam Eropa
      • Islam Nusantara
      • Islam Timur Tengah
    • News  »
      • Daerah
      • Nasional
      • Internasional
      • Warta Kota
      • Politik
    • Profile
  • Opini
  • Kesehatan
  • Daerah
  • Hukum
  • Call

Rabu, 09 Februari 2011

Islam Naik Daun di Kalangan Etnis Latin di Amerika Serikat


Islam Naik Daun di Kalangan Etnis Latin di Amerika Serikat
Padangnews.com- NEW JERSEY - Pada suatu hari musim panas tahun lalu, Stefani Perada, gadis keturunan Latin (hispanik), tampil beda. Tak seperti teman-temannya yang memakai baju potongan pendek demi menghindari hawa panas, perempuan pekerja di West New York, NJ, ini justru mengenakan baju panjang, plus penutup kepala. Ya, dia memutuskan berjilbab setelah bersyahadat beberapa waktu sebelumnya.


Perada, 19, yang masuk Islam lebih dari setahun yang lalu, masih berusaha untuk menyesuaikan diri kepada kebiasaan tertentu. Berjilbab di musim panas, bukan tanpa tantangan baginya.

"Saya masih mempertimbangkan bagaimana teman dan keluarga akan melihat saya," katanya. "Mereka melihat kita seperti," Mengapa dia mengenakan itu, bukankah begitu panas'."

Tapi, katanya, ia beranikan diri untuk berubah. "Saya melakukan ini untuk Tuhan, dan suatu hari saya akan diberi imbalan atas apa yang saya lakukan."

Ada keuntungan langsung mengenakan jilbab, katanya. "Tidak dilecehkan oleh laki-laki sebanyak ketika sebelum berjilbab saat berjalan di jalan."

Perada tidak sendirian sebagai perempuan Hispanik yang menjadi mualaf. Jumlahnya kini cukup banyak, namun tak ada angka resmi yang menyebutkan. Pasalnya, Biro Sensus Amerika Serikat tidak mengumpulkan informasi tentang agama.

Namun, menurut perkiraan yang dilakukan oleh organisasi Islam nasional seperti Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) dan Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) kini ada sekitar 40 ribu Latino Muslim di Amerika Serikat.

Demikian juga, sulit untuk mengetahui berapa jumlah pria dan wanita Latin yang kini menjadi mualaf. Tapi, menurut survei yang dilakukan oleh Latino American Dawah Organization (LADO), yang misinya adalah untuk mempromosikan Islam dalam komunitas Latin di Amerika Serikat, jumlah Latino yang memeluk Islam sedikit lebih banyak kaum perempuan dibanding laki-laki, dengan persentase 60:40.

Juan Galvan, kepala LADO di Texas dan salah satu penulis laporan "Muslim Latino: The Mengubah Wajah Islam di Amerika," menjelaskan bahwa angka-angka itu tidak ilmiah, namun berdasarkan hasil survei sukarela yang telah dilakukan di situs LADO sejak tahun 2001.

"Dari pengamatan dan pengalaman angka-angka tersebut benar," kata Galvan. "Dari pengalaman pribadi saya, ada pasti lebih Latina Muslim daripada pria Latino."


Di banyak masjid di AS, etnis Latin mendominasi. Di Islamic Education Center of North Hudson misalnya, dari 300 orang yang beryshadat menjadi Muslim tahun lalu, 80 persennya adalah etnis Latin.

Secara keseluruhan, kata Peter AWN, seorang profesor studi Islam di Universitas Columbia, tidak ada keraguan bahwa jumlah mualaf Latin sedang berkembang.

Louis Cristillo, seorang antropolog yang berfokus pada pendidikan Islam di Columbia University, menunjukkan ada beberapa indikator yang mencerminkan tren pertumbuhan Latin memeluk Islam.

Sebagai contoh, ada sejumlah organisasi regional dan nasional yang melayani Latino Muslim, dan bahkan ada kelompok-kelompok pendukung yang dapat ditemukan di dunia maya khusus untuk Latino yang ingin bertobat. Ia menyebut satu contohnya, yaitu www.hispanicmuslims.com dan latinodawah. org.

Bahkan, akhir pekan lalu, Latino Muslim di negara ini merayakan tahunan ketiga Hispanic Muslim Day dengan kegiatan yang berbeda sepanjang hari.

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: LADO

Diposting oleh Admin di 07.44 1 komentar
Label: Internasional, Islam Amerika

1.250 Babinsa Sulselbar Dibekali Kondom

Padangnews.com-MAMUJU - Komandan Korem (Danrem) Komando Resor Militer (Korem) 142 Taro Ada Taro Gau (Tatag), Kolonel Inf Lodewyk Pusung, menyebutkan, sebanyak 1.250 Babinsa yang tersebar di wilayah Sulasewsi Selatan dan Barat (Sulselbar) dibekali kondom.
Pemberian kondom tersebut dimaksudkan untuk mensukseskan program pengendalian penduduk di Indonesia.

"Untuk wilayah kerja di Sulselbar kami memiliki sebanyak 1.250 personil Babinsa. Mereka dibekali kondom dan diberikan pemahaman program Keluarga Berencana (KB) guna mensosialisasikan kepada masyarakat," kata Danrem Tatag, pada acara pembukaan rapat kerja daerah BKKBN Sulbar yang dilaksanakan di Hotel D Maleo, Mamuju.

Menurutnya, pada masa Orde Baru gaung program KB berhasil dalam mengendalikan jumlah penduduk di Indonesia, namun program KB dihapuskan pada masa era reformasi dan saat ini kembali digelorakan oleh pemerintah pusat untuk menghindari terjadinya ledakan penduduk.

"TNI sebagai mitra BKKBN dalam mengendalikan penduduk bukan hal yang pertama dilaksanakan, namun kerjasama itu telah terjalin sejak zaman orde lama. Beberapa tahun terakhir ini program KB kembali digemakan oleh pemerintah pusat dengan tujuan agar tidak terjadi penambahan penduduk yang tidak berkualitas," katanya. Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Diposting oleh Admin di 07.43 1 komentar
Label: Kesehatan, Nasional

TKW Diberhentikan Gara-gara Foto Mubarak Dinjak-injak Pendemo di Indonesia

Padangnews.com-KAIRO--Tri Mulyati, seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris untuk anak-anak kehilangan pekerjaan akibat foto Presiden Mesir Hosni Mubarak dilecehkan oleh pendemo di Indonesia. "Saya diberhentikan dan disuruh pulang oleh majikan karena foto Presiden Mubarak diinjak-injak oleh pelaku demonstrasi di Indonesia," kata Tri kepada ANTARA di Kairo lewat sambungan telepon, Selasa.

Ketika dihubungi, Tri sedang mengurus pendaftaran keberangkatannya ke Indonesia di posko evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Konsulat RI di Madinat Nasr, Kairo. Guru bahasa Inggris asal Lampung itu mengaku melihat sendiri pelecehan foto Mubarak dalam unjuk rasa di Indonesia yang ditayangkan oleh jaringan televisi Al-Jazeera. "Saya dipanggil majikan untuk melihat sendiri tayangan di televisi menyangkut pelecehan terhadap Presiden Mubarak," katanya.

Majikannya dengan wajah kesal mengatakan, "Waduh, lihat itu, Tri, orang Indonesia menginjak presiden kami, tega benar. Saya benci melihat orang Indonesia." Menurut Tri, majikannya tersebut bersuami seorang mantan gubernur di salah satu provinsi di Mesir dan kini menjadi pengusaha. "Majikan saya sangat menghormati Presiden Mubarak," tuturnya.

Tri mengungkapkan bahwa selain dia, beberapa TKW juga mengalami nasib kehilangan pekerjaan serupa akibat majikan mereka kesal dengan sikap tidak simpatik segelintir orang Indonesia terhadap pemimpin Mesir tersebut. Ia menuturkan, majikannya mempercayai dia karena anak-anaknya berprestasi di sekolah berkat didikan Tri.

Bahkan, Tri diberi kepercayaan untuk mewakili majikannya untuk mengurus anak-anaknya di sekolah seperti mengambil paspor atau ada acara ekstrakurikuler. Tri juga diberi kamar khusus untuk menginap selain honor 650 dolar AS atau sekitar Rp5,6 juta per bulan.

Bila anak-anak libur sekolah, maka Tri pun libur dan diizinkan pulang ke rumah suaminya, seorang WNI yang juga bermukim di Mesir. "Saya sudah dua tahun bekerja di keluarga tersebut. Majikan saya baik," katanya.

Selain Tri sebagai guru bahasa Inggris untuk dua anak kembar majikan, ada pula beberapa orang asing dari Nigeria dan Ethiopia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, ujar Tri yang berpenampilan perempuan terpelajar itu. Red: Krisman Purwoko
Sumber: antara

Diposting oleh Admin di 07.42 1 komentar
Label: Internasional

Senin, 07 Februari 2011

Gabung LPI, Persik Menjadi Kediri United dan Bentuk PT

Gabung LPI, Persik Menjadi Kediri United dan Bentuk PT


Persik Kediri

Padangnews.com-,Manajer Persik Kediri Sunardi mengakui pihaknya tengah mengurus persyaratan untuk bergabung dengan kompetisi yang bertajuk Liga Primer Indonesia (LPI). Persik dipastikan bakal menggunakan nama Kediri United. "Persyaratan utama ikut LPI adalah bentuk PT (Perseoan Terbatas). Manajemen tengah mengupayakan syarat itu," kata Sunardi kepada GOAL.com Indonesia, Minggu (6/2).

Kendati manajemen sudah bertekad bulat memboyong tim berjuluk Macan Putih ke liga tandingan PSSI, namun sampai saat ini Persik belum mengundurkan dari dari Divisi Utama. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT BISI Internasional Tbk Kediri itu mengakui, sejak ikut Superliga Indonesia musim 2008/09 silam, Persik belum berbadan hukum.

Untuk merealisasikan keinginannya bergabung dengan LPI, Sunardi menambahkan, manajemen telah mengirimkan berkas-berkas persyaratan lain. Bahkan, kata Sunardi, tim dari LPI sedang memverifikasinya.

"Tim dari LPI sudah datang ke Kediri. Selain melakukan verifikasi persyarakatan, mereka sempat melihat Stadion Brawijaya, untuk menggelar pertandingan apabila Persik sudah resmi bergabung," tandas Sunardi.

Bergabung dengan LPI, kata Sunardi, adalah keharusan bagi Persik. Sebab, mulai tahun 2012 mendatang, Persik bakal terlepas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai sumber dana utama, dan menjadi klub sepakbola profesional.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: goal.com

Diposting oleh Admin di 08.01 1 komentar
Label: Bola, Nasional, Olah Raga

Senin Hitam, Ratusan Orang Geruduk Istana Siang Ini



Padangnews.com-Jakarta - Aksi penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, kemarin, terus menuai kecaman dari masyarakat. Siang ini, ratusan orang berpakaian serba hitam akan menggelar aksi solidaritas di Istana Negara dan Bundaran HI.

"Aksi ini bersifat terbuka," kata Tunggal Palestri, juru bicara Jaringan Aktivis Perempuan dan HAM untuk Keadilan, elemen yang memayungi aksi, kepada detikcom, Senin (7/2/2011).

Tunggal mengatakan, aksi yang akan digelar pukul 12.00 WIB ini, akan diisi orasi. Sejumlah tokoh seperti anggota DPR Eva Kusuma Sundari dan keluarga Gus Dur akan hadir dalam aksi tersebut.

Tunggal berpendapat, penyerangan jamaah Ahmadiyah di Pandeglang sudah bisa disebut sebagai pembataian karena jumlah penyerang tidak seimbang dengan yang diserang. "Kalau bentrok itu imbang, ini sudah bisa dikatakan pembataian," ujarnya.

Kepada Presiden SBY, kata Tunggal, pihaknya tidak akan menunggu pernyataan kepala negara kecuali itu adalah permintaan maaf. "Kami sudah bosan dengan pernyataan keprihatinan," katanya. (lrn/fjr)

Diposting oleh Admin di 08.00 1 komentar
Label: Nasional

KPK Sudah Siapkan Langkah untuk Periksa Nunun


Padangnews.com-Jakarta - Fahmi Idris mengklaim memiliki bukti keberadaan saksi kunci kasus Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaetie di luar negeri selama Februari hingga Juni 2010. Pihak KPK tidak kaget dengan data Fahmi tersebut karena telah memiliki langkah tersendiri untuk dapat memeriksa Nunun.

"Tim KPK sudah memikirkan itu, tapi tentunya apa yang harus dilakukan KPK belum bisa menjadi konsumsi publik," ujar Pimpinan KPK M Jasin dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (7/2/2011).

Wakil ketua KPK Bidang Pencegahan ini mengatakan, informasi seperti yang diberikan oleh Fahmi sudah sering diterima KPK. Namun sekali lagi, Jasin menolak membeberkan terobosan apa yang akan dilakukan KPK untuk dapat menemukan dan memeriksa Nunun.

"Kalau informasi semacam yang diberikan oleh pak Fahmi Idris itu bukan pertama kali yang diterima oleh KPK. Kasus ini belum selesai, oleh karena itu masyarakat hendaknya bersabar sedikit," papar Jasin.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam jumpa pers yang digelar Fahmi Idris di kediamannya di Jl Mampang Prapatan IV No 20, Jakarta Selatan, Minggu (6/2/2011), Fahmi menunjukkan bukti paspor Nunun yang berada dalam bentuk gambar dan tersimpan di dalam ponselnya.

"Ini dapat dari teman saya, saya khawatir Nunun akan ganti nama. Imigrasi harus waspada dan berkoordinasi dengan imigrasi Thailand. Dari sini sudah ketahuan bahwa Nunun bermaksud menghindar," kata Fahmi seraya menunjukan foto paspor yang tercantum atas nama Nunun Nurbaeti.

Nunun Nurbaeti adalah orang yang disinyalir sebagai penyebar cek pelawat terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004. Namun sampai saat ini dia tak juga dapat dihadirkan ke hadapan penyidik KPK dengan alasan sakit lupa akut.

Karena melayangkan izin sakit tiap kali absen menjalani pemeriksaan, KPK selalu dapat memaklumi absennya Nunun, meski keberadaanya juga belum dapat diketahui secara pasti.

(fjr/lrn)

Diposting oleh Admin di 07.58 1 komentar
Label: Hukum, Nasional

12 Kasus Anak Pengidap HIV/AIDS di Jayapura

Padangnews.com-SENTANI--Tercatat 12 kasusu anak usia 1-4 tahun di Kabupaten Jayapura, Papua, mengidap penyakit HIV/AIDS pada tahun 2010. Sekertaris Komisi Penanggungalangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayapura Drs Purnomo SE di Sentani, Senin, mengatakan, anak usia dini yang terkena HIV/AIDS ditularkan oleh ibu yang sudah berisiko tinggi sebelum mengandung. "Anak usia 1-4 tahun yang terkenah penyakit HIV/AIDS ditularkan melalui ibunya melalui air susu dan pada saat lahir," katanya.

Ia menjelaskan, dengan semakin tingginya kasus HIV/AIDS yang ditemukan juga diderita anak usia dini, pihaknya menghimbau seluruh warga di Bumi Kenambay Umbay ini agar melakukan tindakan pencegahan sejak dini terutama dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Ia menambahkan, apalagi HIV/IADS merupakan jenis penyakit epidemi yang bisa mematikan dan sampai sekarang belum ada obatnya.

Dia menyebutkan, penyebaran virus HIV/AIDS bagaikan fenomena "gunung es" sehingga perlu adanya tindakan pencegahan dan penanggulangan dari masyarakat. "Kalau kasus ini tidak menjadi perhatian khusus dari warga terutama orang tua, generasi muda kita sebagai penerus cita-cita bangsa terancam masa depannya," terangnya.

Dikatakan, pada 2010 jumlah pengidap HIV/Aids di Kabupaten Jayapura yang mencapai 609 orang, yang terdiri dari laki-laki 242 orang, perempuan 367 orang, didominasi IRT 164 kasus, disusul lain-lain 124 kasus, PSK 102 kasus, buruh/petani 61 kasus, PNS 37 kasus, pelajar/mahasiswa 41 kasusu, swasta 57 kasus.

Dengan rincian usia 20-29 sebanyak 285 orang, usia 30-39 sebanyak 198 orang, usia 40 - 49 sebanyak 55 orang, usia 15-19 sebanyak 44 orang, dan usia 1-4 tahun 12 orang. Sementara jumlah yang terbanyak dari Distrik Sentani 320 kasus, Sentani Timur 126 kasusu, Kaureh 26 kasusu, Nimboran 20 kasusu, Distrik Sentani Barat 25 kasus.

Sebagian besar pengidap HIV/AIDS di bumi Kenambay Umbay ini tertular melalui hubungan heteroseksual sebanyak 592 orang, ibu ke anak sebanyak 4 orang, transfuai darah sebanyak 7 orang. Potensi penyebaran penyakit tersebut, menurut dia, akibat pergaulan hubungan seks bebas dengan gonta-ganti pasangan. Red: Krisman Purwoko
Sumber: antara

Diposting oleh Admin di 07.57 0 komentar
Label: Daerah, Kesehatan, Nasional

Minggu, 06 Februari 2011

ICW: Kepolisian Terkesan Banyak Alasan

1
Kompas/Alif Ichwan
Petugas kebersihan membersihkan kotoran di depan karya seni mural, yang berisi kritik dan seruan antikorupsi bagi pemerintah, di terowongan Jembatan Dukuh Atas, Jakarta, Jumat (25/12) siang. Saat ini, mural banyak digunakan sebagai media penyampaian kritik.

Padangnews.com — Indonesian Corruption Watch (ICW) menyatakan keberatan terhadap penolakan publikasi 17 rekening gendut yang dilakukan oleh Mabes Polri. Apalagi kepolisian memberikan beberapa alasan yang dianggap tidak substansif oleh ICW. Salah satunya, Mabes Polri menyatakan publikasi tidak dibenarkan saat ini karena akan menghambat proses hukum.

"Menghambat proses hukum yang mana? Belum diproses kok sudah menyatakan menghambat proses hukum?" ungkap aktivis ICW, Febri Diansyah, Minggu (6/2/2011) di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur.

Kepolisian, menurut Febri, menganggap publikasi rekening itu bisa menghambat proses hukum dengan dalih surat perintah penyelidikan perkara (SP3) belum dikeluarkan oleh Mabes Polri. Akibatnya, informasi yang diminta oleh ICW tidak bisa terpenuhi. "Kasusnya saja belum diusut, kok bilang SP3," ujar Febri.

Alasan penolakan lain, menurut ICW, pernyataan kepolisian bahwa hasil pemeriksaan rekening tersebut sudah dikembalikan ke PPATK, sehingga PPATK lah yang memiliki kewenangan mengumumkan kepada publik. Pernyataan itu disampaikan saat ICW mengajukan permohonan informasi pada 2 Agustus 2010.

Namun, ICW menemukan fakta baru melalui keterangan saksi ahli lembaga tersebut di sidang ajudikasi. Menurut pihak PPATK, mereka tidak mengenal pengembalian berkas, termasuk laporan hasil analisa (LHA) yang diperiksa Mabes Polri. Selain itu, PPATK juga tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkan hasil pemeriksaan yang telah diselesaikan Polri.

"PPATK menyatakan tidak menerima berkas pengembalian dan tidak memiliki wewenang untuk memublikasikan hasil, tapi kenapa kepolisian mengatakan sebaliknya?" ungkap Koordinator Divisi Investigasi ICW, Agus Sunaryanto.

Sementara itu, kepolisian berdalih 17 rekening merupakan rahasia internal karena sudah sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 Pasal 06 Ayat (3), yang secara garis besar menyatakan informasi yang terkait hak-hak pribadi tidak harus diinformasikan pada publik. Menurut pihak Mabes Polri, rekening-rekening tersebut secara wajar merupakan kekayaan pribadi dari warisan dan usaha-usaha pribadi, sehingga mengacu pada undang-undang itu tidak harus dipublikasikan.

"Kalau pakai undang-undang itu memang benar, tapi kami juga harus lihat Pasal 18 dari undang-undang itu, kekayaan yang dimiliki oleh pejabat publik harus disampaikan kepada publik juga, sehingga diketahui benar berasal dari sumber-sumber legal. Kami juga memakai Konvensi PBB melawan korupsi yang memegang prinsip seimbang antarkekayaan pejabat publik dengan penghasilan yang sah," kata Febri Diansyah.

Sampai hari ini, ICW mengharapkan Mabes Polri melakukan transparansi atas rekening-rekening gendut pejabat polisi yang sempat diklaim kepolisian telah tutup buku itu.

Diposting oleh Admin di 17.31 0 komentar
Label: Hukum, Nasional

Ironis, Surplus Beras tetapi Impor


Padangnews.com-Anggota Dewan Ketahanan Pangan, Khudori, mengaku merasa ironis terhadap lisensi impor beras yang diberlakukan pemerintah. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian merilis kenaikan produksi beras pada tahun 2010 sebesar 2,46 persen atau 65,8 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 38,93 juta ton beras (rendemen 59 persen).

"Ironis, pemerintah bilang kita surplus beras, tetapi kok impor," katanya di Kantor DPP PKB, Minggu (6/2/2011).

Menurut Khudori, Bulog mengatakan bahwa impor diperlukan karena cadangannya tinggal 900.000 ton. Sementara jumlah cadangan beras yang ideal mencapai 1,5 juta ton. Oleh karena itu, lisensi impor dilepas.

Namun, Khudori menegaskan, menurut hitung-hitungan surplus dikurangi kebutuhan beras nasional maksimal 35 juta ton saja, seharusnya surplus Bulog bisa mencapai 3,93 juta ton. Keadaan surplus dua kali lipat ini, ia melanjutkan, bisa dicapai apabila pemerintah mengizinkan Bulog membeli beras di luar harga pokok penjualan (HPP).

Khudori mengatakan, rendahnya cadangan beras Bulog saat ini memang karena Bulog tidak bisa membeli beras jenis medium dan premium dengan harga di luar HPP./kompas

Diposting oleh Admin di 17.28 0 komentar
Label: Nasional

Pemakaman Adjie Massaid Diiringi Tangis Angie

Foto dokumentasi Pasangan selebritis yang juga anggota DPR Adjie Massaid (tengah) dan Angelina Sondakh bersama keluarganya saat perayaan ulang tahun anaknya Keanu Massaid di Jakarta, Minggu 19 September 2010. (FOTO ANTARA/FILE/Teresia May )


Padangnews.com- - Pemakaman Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa disebut Adjie Massaid diiringi tangis Angelina Sondakh atau Angie, istri yang terus mendampinginya hingga ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan, Sabtu.

Angie yang mengenakan pakaian hitam dan berkerudung serta kacamata hitam terlihat sesengukan saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat. Wajahnya terlihat memerah.

Semula ia menggendong Keanu Jabbar Massaid, buah cintanya dengan Adjie yang baru berusia 15 bulan. Namun balita berkulit putih itu akhirnya diserahkan kepada sang kakek saat keluarga mulai menaburkan tanah ke liang lahat.

Saat pemakaman terlihat hadir keluarga besar almarhum dan sejumlah politisi serta kalangan artis seperti Camelia Malik. Tabur bunga diawali oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Usai pemakaman yang berlangsung tepat saat azan dhuhur itu dilanjutkan pembacaan doa, Utomo Usman mewakili pihak keluarga menyampaikan sepatah dua kata agar segala kesalahan almarhum dimaafkan.

Adjie Massaid, politisi muda Partai Demokrat yang berkiprah sebagai anggota Komisi V DPR RI diberitakan wafat saat sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan, antara pukul 22.00 WIB (Jumat) hingga 00.00 WIB (Sabtu dinihari).

Suami model dan mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh ini, lahir pada 7 Agustus 1967 di Jakarta.

Politisi muda yang cerdas ini telah dua kali terpilih sebagai anggota DPR RI, yakni pada 2004-2009 dan kini 2009-2014.

Adjie memulai kariernya sebagai model di panggung catwalk, kemudian juga sebagai fotomodel, sejak 1980-an. Ia sempat menjajal dunia peran dalam film "Cinta Dalam Sepotong Roti" pada 1990 karya Garin Nugroho.
(antara)

Editor: AA Ariwibowo

Diposting oleh Admin di 17.20 0 komentar
Label: Nasional
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Total Tayangan Halaman

Admin

  • Log In

Entri Populer

  • Belasan Muda-mudi Ditangkap
    Padangnews.com -Belasan muda-mudi bukan suami-istri, tertangkap basah bermesraan di hotel saat Satpol PP Padang melakukan operasi pencegaha...
  • Situs Porno yang Paling Sering Dikunjungi telah Diblokir
    Padang news -Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan, saat ini enam internet service provider (ISP) terbesar di Ind...
  • Ini Dia Lima Tsunami Terdahsyat Sepanjang Sejarah
    Kerusakan akibat Tsunami Samudera Hindia di Aceh Padangnews.com -, JAKARTA--Tsunami yang melanda Mentawai, Sumat...
  • Dua Aktor Video Mesum SMA Kediri Dikeluarkan
    Senin, 5 Oktober 2009 | 13:02 WIB Padangnews .com — Pihak sekolah akhirnya mengambil kebijakan untuk mengeluarkan ke...
  • Mesum di Tempat Kos Sepasang Karyawan PT CMS di Amankan Warga
    Padangnews,com-Berbuat cabul ditempat kos, dua karyawan PT Coselsa Mandala Sejahtera (CMS) ditangkap massa. Keduanya mengaku siap bertanggu...
  • Sekolah Perlu Contohkan Multikultural
    1 M.LATIEF/KOMPAS.COM Ilustra...
  • Isu Tsunami, Warga Padang Berlarian ke Kampus Unand
    "> Pusat gempa di Mentawai. (USGS) Padangnews.com- Gempa berkekuatan 7,2 SR yang terjadi beberapa waktu lalu (Senin, 25/10/2010) m...
  • Bintang Terinveksi HIV/AIDS, Industri Film Porno AS Lumpuh
    Padangnews.com-laporanJPNN bahwa banyak bintang porno Amerika yang terjangkiti HIV/Aids berikut berita lengkapnya. Industri film porno tenga...
  • 2116 Anak Berkeliaran di Jalanan Sumbar
    Padang News.com -anak-anak jalanan masih ada di Sumatera Barat. permasalahan ini tak kunjung selesai. hal ini diakibatkan kurangnya pembina...
  • Sepasang Kekasih Ditangkap Ormas
    Padangnews.com -Bukittinggi - Diduga karena menaruh rindu yang mendalam, setelah sekian lama tak bertemu, TTP, 20, seorang mahasiswi pada ...

Menu Utama

  • Bola (34)
  • Daerah (83)
  • Hukum (79)
  • Iklan (1)
  • Internasional (72)
  • Islam Afrika (3)
  • Islam Amerika (4)
  • Islam Eropa (4)
  • Islam Nusantara (10)
  • Islam Timur Tengah (17)
  • Kesehatan (11)
  • Liga Indonesia (5)
  • Liga Inggris (1)
  • Liga Italia (1)
  • Liga Jerman (1)
  • Nasional (208)
  • Olah Raga (34)
  • Opini (9)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (38)
  • Politik (67)
  • Seks (3)
  • Teknologi (9)
  • Warta Kota (32)

iklan Buku Erosi Moralitas di Minangkabau Dapat Anda beli di Toko Buku SariAnggrek Padang, TB. Atika Pasar raya, TB. AZ-Zikra gerbang Kampus IAIN IMam BOnjol Padang. Harga Buku Rp. 30.000

Pengikut

Arsip Berita

  • ▼  2011 (181)
    • ▼  Mei (39)
      • Kongres PSSI, Proteksi Indonesia dari Sanksi FIFA
      • Pentingnya Persiapan Kehamilan
      • Lulus 99,76 Persen, Lampung Ranking 8
      • Pemerintah Malaysia Tawarkan S-2 dan S-3
      • Siswa Gresik Raih Nilai Terbaik Se-Jatim
      • Damba Era Suharto
      • Mendamba Era Suharto
      • jalan Padang Bukittinggi Padat Merayap
      • Jalur Padang -Bukittinggi Rapat Merayap
      • Masyarakat Nagari tak Mesti Andalkan Bantuan Pemer...
      • 1.167 Siswa SMA/MA SUMBAR tak Lulus UN
      • Korupsi Wisma Atlet, Indonesia Dicemooh
      • KPK Diuji Kasus Suap Kemenpora
      • Blogger Ditutup 25 Juni 2011 ?
      • Pasokan Sabu ke Sumbar Digagalkan di Pasaman
      • Memalukan, Korupsi Wisma Atlet Disorot Negara-nega...
      • 300 Orang Petugas DKP Digaji Dibawah UMR
      • Roy Desak Kasus IT DPR Dibongkar Tuntas
      • Setjen DPR Benarkan Dana IT Miliaran Rupiah
      • NII Juga Mengincar Anak SMA
      • Priyo: Merpati Baru Disuntik Ratusan Miliar
      • Ganja Minta Dilegalkan, Ini Tanggapan JK
      • Semen Padang U-21 vs Persela Lamongan U-21, Laga H...
      • Timnas Mulai Tak Konsisten
      • Lima Bukti Kunjungan DPR ke Australia Sia-sia
      • Survei: 78% Rakyat Tolak Studi Banding DPR
      • Tarif Parkir Saat Ini Tidak Sesuai Perda
      • Kabau Sirah Optimistis Curi Poin
      • FPI: Kematian Osama Propaganda Obama
      • Tes DNA: Yang Tewas adalah Bin Laden?
      • Diduga Berbuat Mesum, Sepasang Kekasih Diamankan W...
      • Mesum di Tempat Kos Sepasang Karyawan PT CMS di Am...
      • Cap Teroris untuk Barack Obama dari Surat Kabar Je...
      • Orang Sunda Sulit Jadi Presiden
      • Tewasnya Osama Memicu Radikalisme Baru
      • Ternyata, Istri Osama tidak Tewas dalam Serangan A...
      • Ribuan Buruh Padati Bundaran HI Hari Ini
      • NII Juga Rekrut Anggota melalui Pacaran
      • NII KW9 Bertahan karena Politisi
    • ►  April (46)
    • ►  Maret (24)
    • ►  Februari (45)
    • ►  Januari (27)
  • ►  2010 (268)
    • ►  Desember (44)
    • ►  November (46)
    • ►  Oktober (95)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (18)
    • ►  Juli (23)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (23)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2007 (1)
    • ►  Oktober (1)
 

Iklan Anda

Iklan Anda
Ingin tahu artis India Klik di sini

Iklan Anda

Iklan Anda

Iklan Anda

Iklan Anda

Iklan Anda

Iklan Anda
© Copyright by Padang News.Com
Template by Blogger templates