Jumat, 16 April 2010

Meretas Budaya Kekerasan

Aloys Budi Purnomo

padangnews.com-Hati kita miris, sedih, pedih, dan prihatin menyaksikan tayangan berita bentrokan antara Satpol PP dan warga di Koja, Jakarta Utara. Bentrok sebelumnya terjadi pada hari Selasa, 13 April antara Satpol PP dan warga Cina Benteng di Tangerang. Sehari berikutnya, terjadi bentrok yang bahkan membawa korban tewas dan luka-luka!

Sekurang-kurangnya dua orang anggota Satpol PP meninggal dunia dalam bentrok ini. Lebih dari 134 orang luka-luka. Bahkan, beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis!

Mengherankan, mengapa bentrok sehari sebelumnya yang melibatkan subyek yang sama (Satpol PP) tidak diselesaikan secara bijaksana, tetapi justru memuncak dengan kekerasan yang lebih besar pada hari berikutnya? Benarlah yang ditengarai tajuk harian ini (Kompas, 15/4). Mengapa pertikaian tidak diselesaikan secara baik-baik melalui musyawarah? Bukankah kekerasan tidak bisa menyelesaikan persoalan secara permanen dan memenuhi rasa keadilan para pihak yang bertikai? Bukankah penyelesaian secara kekerasan hanya akan menyimpan dan melahirkan kekerasan dan dendam?

Budaya kekerasan

Dewasa ini, kekerasan demi kekerasan masih menguasai kehidupan masyarakat kita, bahkan kian merebak. Di negeri ini, kekerasan bahkan menjadi semacam infotainment yang hampir setiap hari disuguhkan dalam berita-berita di televisi dalam berbagai tajuk. Hampir sepanjang hari, di beberapa televisi swasta, tayangan berita kekerasan menghiasai warna hidup masyarakat kita.

Kekerasan mewajah dalam bentuk tawuran antarpelajar, antarmahasiswa, dan antawarga kampung. Kekerasan juga menyusup di panggung politik sehingga Sidang Paripurna DPR, forum terhormat perwakilan rakyat pun tak luput dari aksi kekerasan. Bahkan, dunia persepakbolaan kita yang mestinya menampilkan komitmen sportivitas pun dinodai bentuk-bentuk kekerasan antarpendukung yang sedemikian brutal, membuat nurani kita menangis.

Karena itu, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa sekarang ini pun kita masih berada dalam budaya kekerasan yang mewajah dalam berbagai bentuk dan tali-temali menjadi lingkaran kekerasan. Kekerasan terekspresikan baik yang bersifat personal-pribadi dan sosial-kemasyarakatan. Lingkaran kekerasan merebak secara sistemik-struktural, secara politis, ekonomis, kultural, bahkan religius!

Menurut Michael Crosby, OFMCap (1996:18-20), lingkaran kekerasan merupakan buah dari setiap paksaan yang mengakibatkan luka. Dua kata kunci dari Michael Crosby untuk kekerasan adalah paksaan dan luka. Keduanya bisa bersifat fisik ataupun psikis, personal ataupun komunal, psikologis ataupun sosiologis.

Terry Miller dan Marrie Dennis mengonkretkan pandangan Michael Crosby dengan menyebutkan bentuk-bentuk kekerasan dewasa ini dalam beberapa hal.

Pertama, kekerasan terhadap orang- orang miskin dan tersingkir, terhadap kaum perempuan dan anak-anak, bahkan kekerasan terhadap para lansia dan kaum difabel.

Kedua, kekerasan terhadap negara-negara miskin dalam bentuk beban utang yang berat. Dalam negara-negara miskin dan berkembang, bahkan bayi-bayi yang baru lahir pun sudah harus menanggung beban utang negara.

Ketiga, kekerasan melalui tata ekonomi yang berorientasi pada keuntungan sebesar-besarnya seraya mengabaikan keadilan bagi rakyat. Ekonomi yang demikian selalu dikendalikan pemilik modal besar dan orang-orang kaya.

Keempat, masyarakat miskin justru menjadi korban akibat bentuk-bentuk konsumerisme dan hedonisme yang ditawarkan produksi yang mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Kelima, kekerasan mewajah secara sistemik-struktural terhadap mereka yang disebut pengangguran akibat kurang meratanya kesempatan bekerja.

Terakhir, kekerasan ekologis, melalui perusakan lingkungan yang mengakibatkan manusia berada dalam kesulitan berhadapan dengan alam semesta yang mestinya menjadi ruang nyaman untuk hidup.

Meretas kekerasan

Kekerasan merupakan noda demokrasi. Meminjam ungkapan YB Mangunwijaya, kekerasan sebenarnya merupakan sebentuk kebodohan! Pada dasarnya, manusia– dengan demikian juga masyarakat dan bangsa yang cerdas—dengan sendirinya tidak suka kekerasan. Kekerasan merupakan instingtif hewani, utamanya binatang buas, bukan sifat dasar manusia, masyarakat, bangsa yang bermartabat.

Menyelesaikan konflik dengan cara-cara represif, melalui tindak kekerasan bahkan berlawanan dengan hak-hak asasi manusia dan prinsip demokrasi. Inilah yang sudah diserukan oleh Cultures of Peace Program UNESCO. Bangsa yang demokratis mestinya mengedepankan pendekatan damai daripada menggunakan kekerasan.

Untuk itu, diperlukan keberanian untuk membuang mentalitas dualisme ”kita-mereka” (manicheanisme) demi meretas kekerasan yang mudah terjadi. Mentalitas manicheanisme cenderung memecah belah masyarakat menjadi musuh yang saling berhadapan, bahkan satu terhadap yang lain saling mengibliskan! Ujung-ujungnya, sikap ini melahirkan perilaku otoriter, represif, rasis, dan hanya akan memicu konflik dan perang.

Meretas budaya kekerasan berarti pula berani berkeputusan untuk hidup (ber)damai dengan orang lain, bahkan lawan! Inilah yang diserukan Robert Murray (dalam Manual for Promoters of Justice, Peace, and Integrity of Creation, 2001: 265-266). Dalam nada yang puitis, Robert Murray menegaskan, ”Berkeputusanlah hidup damai/ Jadikanlah orang-orang lain hidup damai/; Janganlah mendengarkan penghasut perang, pengobar kebencian, dan pencari kekuasaan.”

Semoga bangsa ini belajar dari pengalaman, bahwa kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan, melainkan justru melahirkan dendam dan luka bagi masa depan!(kompas)

Aloys Budi Purnomo Rohaniwan


Chris John Pertajam Konsentrasi


AFP/GABRIEL BOUYS
Chris John (kiri), ketika melawan Rocky Juarez.

Padangnews.com- kompas.com melaporkan bahwa Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, sudah mulai berkonsentrasi untuk menghadapi penantangnya, Fernando David Saucedo dari Argentina, pada pertarungan perebutan gelar di Bali, 22 Mei 2010.

"Pertarungan sudah pasti digelar 22 Mei 2010 di Bali dan waktu satu bulan ini dimanfaatkan untuk konsentrasi menghadapi pertarungan melawan penantangnya di Pulau Dewata mendatang," kata istri Chris John, Anna Maria Megawati, ketika dihubungi di Semarang, Jumat.

Menurut ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani), kalau soal teknik latihan, memang bukan wewenang dirinya tetapi suaminya dalam kondisi yang baik dan siap menghadapi pertarungan perebutan gelar mendatang. "Saat terakhir komunikasi dengan saya, dia dalam kondisi yang baik dan siap menghadapi penantangnya," kata mantan atlet wushu Jawa Tengah tersebut.

Selama berlatih di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, Chris John ditemani dua teman latih tanding yaitu Thomas dan Sahlan (keduanya petinju dari Sasana Mirah Silver Boxing Camp pimpinan Zaenal Thayeb yang juga promotor pertarungan Chris John melawan Fernando David Saucedo).

Ketika ditanya harapan seorang istri terhadap Chris John pada pertarungan mendatang, dia mengatakan, juara dunia untuk tinju yang dimiliki Indonesia saat ini tinggal Chris John dan dirinya berharap supaya yang bersangkutan menunjukkan kemampuannya pada pertarungan mendatang. "Tunjukkan kemampuanmu selagi kamu bisa," kata Anna Maria Megawati yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga dengan Chris John sekitar lima tahun ini.

Sebagai seorang istri, kata dia, dirinya berharap suaminya pensiun dari dunia tinju saat berada di posisi puncak. "Saya berharap dia pensiun dari tinju saat keemasan atau saat mencapai kemenangan," katanya menegaskan.

Menurut dia, kalau dia turun saat kalah tentunya akan berdampak pada perkembangan masa depan terutama saat mengarungi bisnis, tetapi hal itu akan lain jika dia pensiun masih berada di puncak kariernya sebagai seorang petinju. "Tetapi kalau toh akhirnya dia pensiun saat kalah, ya’ harus tetap diterima karena memang garisnya seperti ini. Selama ini kami sudah mendapatkan semuanya," katanya.

Chris John menjadi juara dunia kelas bulu WBA sejak 2003 saat merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim kemudian sampai kini masih menjadi yang terbaik di kelasnya.

Bahkan, petinju dengan julukan The Dragon berhasil meraih gelar Super Champions karena mampu mempertahankan gelarnya sebanyak 10 kali tanpa putus.

Pertarungan melawan Fernando David Saucedo ini merupakan yang ke-13 kali bagi petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, dalam upaya mempertahankan gelarnya.(kompas.com)

Swiss Uji Pesawat Bertenaga Surya


Solar Impulse, pesawat bertenaga surya

Padangnews.com-KOMPAS.com melaporkan bahwa Prototipe pesawat dengan tenaga surya, Solar Impulse, berhasil menjalani uji terbang yang pertama di Swiss, Rabu (7/4/2010), dengan kecepatan 45 kilometer per jam.

Bertrand Piccard, yang ikut memimpin proyek ini, menyebutkan, Solar Impulse lepas landas dengan mulus di Lapangan Udara Payerne. Dengan kekuatan 10 motor elektrik, pesawat ringan dengan satu penumpang dan pilot naik perlahan-lahan hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dan mendarat setelah mengudara selama 87 menit.

”Hasilnya sesuai dengan rencana. Kami siap melangkah ke tahap selanjutnya,” kata Piccard.

Tim beranggotakan 70 orang telah bekerja tujuh tahun untuk membangun pesawat tenaga surya ini. Impiannya, akan ada pesawat tenaga surya yang keliling dunia tahun 2013.

”Kami akan mulai membuat pesawat seperti ini untuk keliling dunia tahun depan,” kata Andre Borschberg, rekan Piccard.

Lebar sayap pesawat ini hampir sama dengan pesawat Airbus A340 dan memiliki berat 1.600 kilogram. Bagian sayap pesawat dipasang 12.000 sel surya yang bisa mengisi motor elektrik dan baterai seberat 400 kilogram. (LUK/kompas.com)

Rektor ITB: Kami Kecolongan


M.LATIEF/KOMPAS IMAGES
Padangnews.com-Rektor ITB Prof Akhmaloka mengatakan, kasus ini menjadi pelajaran bagi ITB agar tidak lagi "kecolongan" lagi dalam meloloskan karya-karya ilmiah mahasiswanya.

KOMPAS.com melaporkan bahwa Kasus plagiat yang dilakukan oleh MZ, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi pelajaran bagi ITB agar tidak lagi "kecolongan" lagi dalam meloloskan karya-karya ilmiah mahasiswanya.

Mereka sebagai pembina tidak tahu kalau makalah itu sudah diterbitkan orang lain. Mereka kecolongan.
-- Akhmaloka

Demikian diungkapkan Rektor ITB Prof Akhmaloka kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (16/4/2010). "Kami akui pembimbingnya lalai atau malah dibohongi, karena dalam hal ini tugas MZ sebagai mahasiswa S-3 itu seharusnya memang dikoreksi oleh pembinanya, cuma mereka sebagai pembina tidak tahu kalau makalah itu sudah diterbitkan orang lain. Mereka kecolongan," ujar Akhmaloka.

Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, ITB akhirnya mengakui kasus plagiat yang dilakukan oleh MZ, mahasiswa program studi doktor dari Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika, yang dilakukannya saat mengikuti The 2008 Institute of Electrical and Electronics Engineers Conference on Cybernetics and Intelligent Systems di Chengdu, China. ITB baru mengetahui hal tersebut setelah MZ meraih gelar doktor akhir 2009.

Kasus plagiat ini terkuak setelah situs resmi Institute of Electrical and
Electronics Engineers (IEEE) memasang pengumuman adanya plagiarisme dalam makalah ilmiah hasil karya MZ, SHS, YP, dan CM dari ITB pada 2008 lalu.

Judul makalah MZ itu adalah "3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis". Makalah ini sama dengan karya Siyka Zlatanova berjudul "3D Topological Relationships" yang dipublikasikan dalam The 11th International Workshop on Database and Expert System Applications.(kompas.com)

Foke: Kerugian Mencapai Rp 22,9 Miliar

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Warga menjarah tameng satpol pp saat bentrokan dalam upaya pembongkaran kompleks makam Mbah Priuk di Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010). Bentrokan ini mengakibatkan sedikitnya 15 orang terluka dan belasan kendaraan roda dua dan empat dibakar massa.

Padangnews.com-KOMPAS.com melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkirakan total kerugian akibat bentrok fisik antara Satpol PP dan massa saat akan mengeksekusi gapura dan pendapa di areal makam Mbah Priuk, Rabu (14/4/2010), mencapai Rp 22,955 miliar. Jumlah tersebut didasarkan pada banyaknya kendaraan dan peralatan petugas yang dirusak massa, seperti truk, mobil operasional, sepeda motor, helm, dan tameng antihuru-hara, serta rompi pulset yang dirusak dan dibakar. Rencananya, penggantian seluruh alat operasional Satpol PP akan diusulkan pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2010.

Kita upayakan akan kita usulkan pada penyusunan APBD Perubahan DKI 2010.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan telah menginventarisasi jumlah kerugian yang dialami Pemprov DKI saat kerusuhan Koja. “Kerugian akibat rusak, hilang, dan terbakarnya peralatan serta perlengkapan operasional Satpol PP mencapai Rp 22,9 miliar,” kata Fauzi Bowo dalam lanjutan Rapat Paripurna Penyampaian Keterangan Gubernur DKI tentang Kasus Koja di DPRD DKI, Jakarta, Jumat (16/4/2010) petang.

Perlengkapan yang rusak, hilang, dan terbakar, di antaranya, 24 unit truk senilai Rp 7,099 miliar, 43 mobil operasional Panther senilai Rp 9,69 miliar, 14 mobil operasional KIA pikap senilai Rp 1,78 miliar, dua mobil komando senilai Rp 453,45 juta, dua mobil Kijang senilai Rp 240 juta, dan satu sepeda motor senilai Rp 24,499 juta. Tak hanya itu, juga ada 575 unit helm antihuru-hara senilai Rp 287,5 juta, 575 tameng antihuru-hara senilai Rp 562,925 juta, dan 575 rompi pulset senilai Rp 2,806 miliar.

Dengan kerugian sebesar itu, Fauzi mengharapkan kerusuhan yang terjadi di Jalan Dobo, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (14/4/2010) lalu itu tidak terulang kembali. Sebab, Pemprov DKI harus mengganti semua peralatan dan perlengkapan yang rusak, hilang, dan terbakar melalui APBD DKI.

Terkait dengan hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Muhayat menegaskan, untuk mengganti semua peralatan dan perlengkapan yang rusak, hilang, dan terbakar akan diusulkan pada APBD Perubahan DKI Tahun 2010. “Kita upayakan akan kita usulkan pada penyusunan APBD Perubahan DKI 2010. Kami harap itu disetujui oleh anggota Dewan,” ujar Muhayat.

Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Lunggana mempersilakan pihak eksekutif untuk mengusulkan anggaran penggantian perlengkapan dan peralatan Satpol PP DKI yang hilang, rusak, dan terbakar saat kerusuhan. “Kita akan lihat urgensinya. Kalau memang diperlukan dan tidak memberatkan keuangan di APBD ya akan kita setujui,” kata Lulung seusai Rapat Paripurna Lanjutan di DPRD DKI.

Sedangkan kerugian yang dialami PT Pelindo II karena pada saat bentrokan terjadi kegiatan shift dua dan tiga di Terminal Peti Kemas Koja terhenti diperkirakan mencapai Rp 9 miliar. (Kompas.com)

Hah! Orang Mati Terpilih sebagai Wali Kota

Padangnews.com-Warga sebuah kota kecil Amerika Serikat (AS) memilih orang yang sudah meninggal sebagai wali kota mereka.

Telegraph, Jumat (16/4/2010), memberitakan, Carl Geary meninggal sebulan lalu akibat serangan jantung ketika dia berkampanye untuk merebut jabatan wali kota. Hebatnya, meski sudah di liang kubur, dia masih bisa memenangi pemilihan dengan perolehan suara meyakinkan. Ia mendapat suara tiga kali lebih banyak dari saingannya dalam sebuah pemilihan di Tracy City, Tennessee.

Istrinya, Susan Geary, mengatakan, "(Bahwa ia terpilih) sama sekali tidak mengejutkan bagi saya. Pada hari dia meninggal, orang-orang menelepon untuk menyampaikan belasungkawa dan mengatakan, 'Kami masih memilih dia'."

Geary (55) dikenal karena kelugasannya dalam berbicara, dan bertugas di dewan kota lokal. Dalam pemilihan, dia meraih 285 suara, sedangkan saingannya hanya 85 suara.

Pengusaha lokal mengatakan, suara untuk Geary merupakan bentuk protes terhadap wali kota saat ini, Barbara Brock. "Saya tahu dia meninggal. Saya tahu kedengarannya bodoh, tapi kami ingin orang lain selain dia," kata Chris Rogers, seorang pemilik restoran di kota itu.

Para pejabat di kota itu mengatakan, empat anggota dewan kota tersebut sekarang akan memutuskan siapa yang menjadi wali kota.

Barbara Brock, yang kalah oleh saingannya yang adalah orang mati itu, telah berkampanye untuk mempercantik Tracy City yang memiliki penduduk 1.600 dan dan terletak 80 mil dari Nashville.

Barbara mengatakan, dirinya sangat terkejut bahwa kota itu memilih seseorang yang "mendorong bunga aster" tumbuh ketimbang menanam sendiri bunga-bunga itu. Brock terpilih sebagai wali kota 16 bulan lalu—setelah wali kota sebelumnya meninggal karena serangan jantung.9Sumber: kompas.com)

Jalan Padang-Bukittinggi tak Bisa Dilalui

">klik untuk melihat foto
Foto: Lembah Anai
Padangpanjang. []
padangnews.com-Hujan deras sejak pukul 15.00 WIB di Silaing Kariang Kabupaten Tanah Datar mengakibatkan longsor. Jalan Padang-Bukittinggi hingga saat ini belum bisa dilalui. Arus kendaraan menuju Padang Panjang, terpaksa balik arah.

"Kami balik lagi ke Padang, karena tak mungkin melewati jalur ini, batu-batu berjatuhan," ujar Gusnita, pengendara yang terperangkap longsor selama dua jam saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Kata Gusnita, longsor terjadi di beberapa titik yang sama dengan longsor beberapa minggu yang lalu. Hujan deras, mengakibatkan pasir dan kerikil masih kembali turun dari atas perbukitan, sehingga menerjang badan jalan. Air mancur meluap, badan jalan pun banjir.

Sementara, jalur menuju Padang dialihkan ke Solok. Begitu juga dengan kendaraan dari Padang menuju Bukittinggi, melalui Sitinjau Laut, Solok.

Jalan alternatif Sicincin-Malalak, tembus ke Bukittinggi dan dari Bukittinggi tembus ke Sicincin, dari informasi yang diperoleh Padang Today.com, juga tidak bisa dilalui karena terdapat titik longsor di kawasan itu. demikian laoran padang today.com [*]

Badan Kehormatan DPRD Sijunjung Terbentuk

padangnews.com-SIJUNJUNG-Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sijunjung akhirnya terbentuk.Terbentuknya BK ini setelah DPRD setempat menggelar rapat paripurna pemilihan BK, diruang sidang utama Kamis (15/4).

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Yohandrizon Syamsu, dan diikuti 24 anggota DPRD setempat, minus Wakil Ketua, Maiyetrinaldi, menetapkan tiga anggotanya pada posisi BK.

Ketiga, anggota yang terpilih sebagai BK adalah, Dasri Rajo Timbu dari Fraksi FBBAPR, Nursidin Jamil dari Fraksi PPP dan Pelopor dan Rusdi Antoni dari Fraksi Demokrat.

Pemilihan dengan mekanisme pemungutan suara, satu orang anggota tiga suara, diawali dengan usulan satu orang calon dari setiap fraksi yang ada di DPRD setempat.

“Setiap fraksi mengusulkan satu rang anggota sebagai calon anggota BK,” ujar staf Humas Sub Bagian Humas dan Protokol Sekwan, Asyrul Raiders kepada padangmedia.com, Jumat (16/4).

Kelima calon utusan masing-masing fraksi yaitu, Dasri Rajo Timbu (FBBAPR), Nursidin Jamil (FPPP dan Pelopor), Rusdi Antoni (FDemokrat), Agusnali (FGorlkar) dan Sumanto (F.PKS).

Dari pemilihan yang dilakukan, tiga orang anggota memperoleh suara terbanyak dari lima calon. Ketiga, Dasri Rajo Timbu memperoleh 17 suara, Rusdi Antoni 15 suara dan Nursidin Jamil 14 suara.

Sementara dua calon lainnya, Sumanto dari Fraksi PKS dan Agusnali dari Fraksi Golkar perolehan suaranya dibawah tiga anggota lainnya. demikian laporang padangmedia.com(edi)

DPRD Sumbar Setuju RS Achmad Mukhtar Jadi BLUD

Padangnews.com-PADANG-DPRD Provinsi Sumatera Barat menyetujui perubahan status Rumah Sakit Achmad Muckhtar Bukittinggi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Penetapan rumah sakit itu diambil setelah anggota DPRD Sumatera Barat menggelar Rapat Paripurna DPRD Sumbar Jum’at, (16/04).

Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy mengatakan, seluruh fraksi yang ada di DPRD Sumatera Barat menyetujui dan menerima perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) nomor 4 tahun 1997 tentang Penetapan RSAM Bukittinggi sebagai Unit Swadaya Daerah ditetapkan sebagai Perda.

“Semua fraksi dapat menerima dan menyetujuinya dan pihak rumah sakit diminta agar meningkatkan pelayanan tidak hanya bertujuan komersil, tetapi juga memperhatikan masyarakat miskin yang datang berobat,” kata Leonardy Harmainy kepada Padangmedia.com.

Perubahan status rumah sakit itu diharapkan dapat mengantisipasi agar masyarakat Sumatera Barat tidak berobar ke luar Sumatera Barat dengan meningkatkan sumberdaya manusia dokter, perawat dan karyawan serta peralatannya.

“Yang menjadi penekanan setelah statusnya dirobah, pihak rumah sakit jangan mengabaikan pelayanan terhadap masyarakat miskin yang berobat dan mengantisipasi agar masyarakat tidak berobat keluar Sumbar,” katanya.

Apabila masyarakat Sumatera Barat berobat keluar Sumatera Barat, kata Leoanry Harmainy akan mengurangi devisa.

Fraksi di DPRD Sumbar antara lain Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar Fraks PAN, Fraksi PKS, Fraksi Hanura, Fraksi Gerindra dan Fraksi Ukhuwah serta Fraksi Perjuangan Reformasi.

Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman mengatakan perubahan status rumah sakit itu maka, manajemennya menjadi lebih fleksibel. Pihak rmah sakit akan dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dan hasilnya dapat dipergunakannya serta menetapkan gaji.

“Selama ini ditetapkan berdasarkan aturan yang dibuat pemerintah,” kata Marlis Rahman.

Meskipun rumah sakit itu berhak mengelola sendiri anggarannya, penggunaan anggarannya akan diperiksa akuntan publik. (musfah)

Senin, 05 Oktober 2009

Iklan Di disini

tarif iklan di sini hanya Rp. 60.000/Bulan.
Untuk pemesanan silakan hubungi
Email: padangnews@yahoo.co.id
padangnews@telkom.net

Transfer ke Bank Mandiri Cabang Sudirman Padang
No.Rek: 111-000-531-846-0